BNNP Sita 8 Kg Sabu dan 10 Ribu Ekstasi

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Heru memperlihatkan barang bukti yang disita dari para dua tersangka pengedar narkoba, Selasa (13/10). (Imran joni/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA)– Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh berhasil menyita 8 kg sabu dan 10 ribu ekstasi beserta dua pelaku R alias Yok (30) ditangkap di Idi. Satu lagi Z (29) di tangkap di jalan Hasanuddin Medan.

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Heru mengatakan yang kita tangkap ini bandar dan jaringan narkoba Aceh – Sumut beserta satu lagi pelaku TS yang kini masih buron dan kabarnya berada di pulau jawa.

“Kita tidak sembarangan tangkap. Maka setelah AI atau cukup kuat baru turun’, ujar Heru didampingi Kabid Brantas Kombes T Saladin dan Direktur Narkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Safari, Selasa (13/10)

Penangkapan ini, kata Heru juga bekerjasama dengan dua tim dari Polda Aceh dimana mulai bergerak tanggal 15 September 2020 dapat infomasi masyarakat adanya transaksi narkoba di daerah Idi Aceh Timur

Berdasarkan informasi tersebut BNNP atas perintah kepala langsung turun ke lokasi dan Kabid Berantas menurunkan dua tim Anggrek dan Melati.

Hasil penyelidikan selama dua hari dilakukan penangkapan terhadap R (30) di Seunebok Barat jalan Medan – Banda Aceh dan pelaku dihadang yang lagi menggunakan sepeda motor. Namun pelaku melarikan diri motornya ditinggalkan.

Pelaku kabur ke arah Lhokseumawe sekitar, namun naas mereka sudah dihadang Tim Melati bersama satu tim yang sudah menunggu dari sekitar pukul 02.00 dinihari tanggal 18 September. Saat digeledah petugas ditemukan barang bukti berupa sabu 8 kg dan 10 ribu ekstasi.

Hasil pengembangan petugas yang menyuruh R adalah Z, diketahui berada di Medan. Kemudian satu tim dari BNNP dan satu tim dari Polda meluncur ke Medan dan pada tanggal 20 September berhasil mengamankan Z beserta mobil CRV Putih di jalan Hasanudin, Medan.

Dari keterangan Z, barang itu miliknya bersama satu orang DPO yang berada di pulau Jawa.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 112 ayat 2 jo 114 ayat 2 sub 115 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 UU No 34 tentang narkotika. Maksimal 20 tahun penjara, seumur hidup dan hukuman mati. (imj)