Dyah Erti Sosialisasikan PAUD Holistik Integratif

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Dyah Erti Idawati, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Bunda PAUD Aceh tahun 2020, di Aula Grand Renggali Hotel. Dalam sambutannya, Dyah Erti mensosialisasikan Program PAUD Holistik Integratif kepada para peserta, Rabu (14/10/2020). FOTO HUMAS ACEH

ACEH TENGAH (RA) –  Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Dyah Erti Idawati, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Bunda PAUD Aceh tahun 2020, di Aula Grand Renggali Hotel. Dalam sambutannya, Dyah Erti mensosialisasikan Program PAUD Holistik Integratif kepada para peserta, Rabu (14/10/2020).

“Rakor ini kita laksanakan, tidak lain untuk meningkatkan koordinasi dan mensinergikan peran Bunda PAUD sebagai upaya merealisasikan Program PAUD Holistik Integratif di Aceh, sehingga kita bersama-sama dapat menciptakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di negeri ini,” ujar Dyah Erti.

Dyah Erti menjelaakan, Program PAUD Holistik Integratif adalah sistem pendidikan dini yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2003, khususnya pasal 2 ayat 1. Di dalam pasal itu dijelaskan, PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh dan menyeluruh, baik itu mencakup layanan gizi dan kesehatan, layanan pendidikan dan pengasuhan, pencegahan dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta upaya untuk memberikan yang terbaik bagi semua aspek perkembangan anak.

“PAUD Holistik Integratif adalah layanan pendidikan yang menggabungkan proses asah, asih, asuh, dalam rangka mengembangkan kebutuhan anak, seperti gizi yang cukup, sistem pengasuhan dan perlindungan yang terbaik, serta pemberian layanan belajar yang mengedepankan pendidikan karakter. Dengan demikian, anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai prinsip-prinsip holistik,” kata Dyah Erti.

Dyah mengakui, bahwa untuk mencapai sasaran Ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, Ibu dari dua orang putra itu berpesan agar Bunda PAUD menghadapi tantangan ini secara simultan.

“Tantangan ini harus kita hadapi. Kita tidak boleh pasif seraya menunggu sampai semua masalah itu terselesaikan terlebih dahulu. Sebaliknya, kita harus bergerak cepat melihat ke depan. Dan saya kira, Program PAUD bisa menjadi contoh bagaimana kita mampu membangun sistem pendidikan usia dini yang lebih baik tanpa harus menyerah kepada tantangan yang ada,” imbuh Dyah menyemangati.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Dyah mengajak seluruh Bunda PAUD di Aceh mensinergikan kegiatan dan program yang akan dirumuskan, agar dapat bergerak bersama dan seirama dalam menjalankan program tersebut.

“Tapi jangan lupa, bahwa program ini harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Oleh sebab itu, semangat membangun kerjasama dalam rangka memperkuat program PAUD harus kita lakukan, sehingga kita mampu menghadirkan layanan PAUD Terpadu yang harmonis dan menyejukkan,” kata Dyah Erti.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Erti mengajak para peserta untuk menyatukan gagasan sesuai dengan kesiapan dan kemampuan SDM yang ada.

“Saya paham, di tengah Pandemi COVID-19 ini, kita memang tidak leluasa menjalankan kegiatan di lapangan. Meski demikian, gagasan untuk membangun PAUD Holistik Integratif harus kita perkuat dari sekarang, sehingga ketika situasi sudah normal, kita langsung siap menjalankannya,” kata Dyah Erti.

Dosen Teknik Arsitektur Unsyiah itu meyakini, terbangunnya PAUD Holistik Integratif akan menjadi modal berharga, untuk membentuk generasi muda Aceh yang cerdas dan berkualitas. (ra)