Pemerkosa dan Pembunuh Dikenakan Pasal Berlapis

Samsul (40) tersangka pemerkosa IRT muda saat diamankan petugas, Minggu (11/10). (istimewa)

LANGSA (RA) – Samsul Bahri (41), tersangka pemerkosa ibu muda dan membunuh anaknya dikenakan pasal berlapis, atas perbuatan kejinya tersebut, Selasa (13/10).

Kapolres Langsa AKBP. Giyarto, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu. Arief Sukmo W, SIK, Selasa (13/10) mengatakan, atas tindakannya tersangka dikenakan pasal 338 jo 340 jo 285 jo 351 KUHPidana dan/atau pasal 80 UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun dan 10 tahun.

“Motif tersangka melakukan aksi pemerkosaan dan pembunuhan ini didasari nafsu birahi. Beberapa hari sebelum aksinya, tersangka sudah mengawasi korban yang sering tinggal bersama anaknya di rumah ketika suaminya kerja melaut,” sebut Arief.

Dijelaskannya, tersangka merupakan residivis kasus pembunuhan di Pekan Baru, Riau dan telah menjalani hukuman selama 15 tahun atas vonis seumur hidup di LP Riau dan Tanjung Gusta, Sumatera Utara ini.

Sebelum melakukan aksinya sering melintas di depan rumah korban, di Gampong Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur beberapa waktu lalu, jauh dan terasing dari pemukiman warga ketika menuju kebun orang tuanya.

Lanjutnya, pada malam naas tersebut tersangka dengan persiapan matang dan membawa sebilah golok, mendatangi rumah korban dan langsung mendobrak pintu rumah serta menyekap korban DN yang sedang tertidur dengan anaknya Rangga.

“Pada malam naas itu, tersangka empat kali memperkosa korban DN, yaitu satu kali di depan rumah korban dan tiga kali dalam kebun sawit saat menyeret korban. Sementara korban Rangga dibunuh dalam rumah dengan golok yang dibawa tersangka ketika mencoba menolong ibunya DN,” sebut Arief lagi.

Tambahnya, berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui bahwa tersangka saat melakukan aksinya dalam keadaan sehat baik secara fisik maupun kejiwaan. Hal ini juga dikuatkan dengan rekam jejak tersangka yang merupakan residivis kasus pembunuhan.

“Atas perbuatannya ini, maka kita menyangkakan tersangka dengan pasal berlapis mulai ancaman seumur hidup, 20 tahun dan 10 tahun. Namun untuk penerapan pasalnya secara maksimal, nanti akan kita koordinasikan dengan kejaksaan,” demikian Arief (dai/min)