Penolak Omnibus Law Dobrak Gerbang DPRK Bener Meriah

Ratusan massa mendapat perlawanan aparat kepolisian saar mendobrak pintu gerbang dan berupaya masuk ke Gedung DPRK Bener Meriah Selasa (13/10).MASHURI | RAKYAT ACEH

Tgk H Sarkawi dan Dewan Tandatangani Petisi

REDELONG (RA – Ratusan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gayo Bergerak (AMGB) mendobrak pintu gerbang DPRK Bener Meriah, menerobos masuk menyampaikan aspirasi penolakan UU Omnibus Law, Selasa (13/10).

Tidak hanya itu, ratusan masa tersebut turut juga membawa keranda mayat berbalut kain putih dan puluhan spanduk serta melakukan aksi pembakaran ban bekas setelah berhasil menerobos masuk ke halaman gedung DPRK setempat.

Kedatangan ratusan pendomo tersebut disambut Ketua DPRK Bener Meriah, MHD Saleh dan sejumlah anggota DPRK lainya seperti Sapri Gumara, Abubakar, Darwinsya, Sofyan, Yuzmuha, Salwani, Baitu Hakim, Anwar, Muhamad Falgunari, dan Zulham.

Kordinator Lapangan Yudi kepada wartawan mengatakan, kehadiran mereka untuk menolak tegas UU Cipta Kerja Omnibus Law yang telah disahkan dan diparipurnakan DPR RI.

“Hal itu menciderai hati masyarakat, sementara kita lagi fokus fokusnya menghadapi pendemi COVID-19,” ungkap Yudi.

Untuk itu kedatangan mereka menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja serta mendesak Bupati dan DPRK Kabupaten Bener Meriah menyurati Presiden dan DPR RI membatalkan UU Cipta Kerja dengan mengeluarkan peraturan pemerintah Undang-undang ( Perpu ).
“Apabila pada hari ini bupati tidak hadir utnuk menyatakan sikap maka kami akan menungu sampai beliau datang” tegasnya.

370 Personil Gabungan Amankan Demo
Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoya Adi Wijaya SIK melalui Kasat OPS AKP Syabirin SH M Si mengatakan, mengamankan aksi mereka menerjunkan 370 persenil gabungan terdiri dari personil Polres, Brimob Bener Meriah dan Lhoksemawe, Kodim 0119 Bener Meriah, Satpol PP, Dishub dan Pemadam Kebakaran.

“Perusakan pagar pintu gerbang Kantor DPRK akibat para penndomo memaksa menerobos masuk dan tidak mau diterima di jalan. Setelah kita berkoordinasi dengan DPR, mereka mengizinkan massa tersebut masuk ke halaman kantor dewan tersebut,” ujar AKP Syabirin, usai mengamankan aksi demo, Selasa (13/10).

Baca Juga...  Mahasiswa Penjas UBBG Raih Perak pada Kejuaraan Nasional Menembak

Tgk H Sarkawi Tolak Omnibus Law
Sementara itu, dalam kesemptan tersebut Bupati Tgk H Sarkawi dan DPRK mengaku menolak UU Cipta Kerja dan menandatangi petisi menggugat Undang-Undang Omnibus Law yang disampaikan oleh para akasi.

Adapun petisi tersebut adalah, mendesak Bupati Kabupaten Bener Meriah menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja ( UU Omnibus Law ) yang telah disahkan DPR RI dan Mendesak DPRK Kabupaten Bener Meriah menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja.
Tidak hanya itu, mereka juga mendesak Bupati dan DPRK Kabupaten Bener Meriah menyurati Presiden dan DPR RI utuk membatalkan UU Cipta Kerja dengan mengeluarkan Perpu.

Dalam kesemptan itu Ketua DPRK Bener Meriah, MHD Saleh menyebutkan pihaknya dari DPRK Bener Meriah bersedia menolak UU Cipta Kerja sesuai dengan tuntutan massa.
Begitu juga Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi dengan tegas mengatakan jika UU yang disahkan tersebut tidak berpihak kepada masyarakat pihaknya juga akan menolak Omnibus Law Uu Cipta Kerja itu.

“Kendati kami di daerah belum mendapatkan salinan UU Cipta Kerja itu, namun mendengar dari apa yang telah diutarakan para orasi maka kami juga sepakat menolak UU tersebut “ ungkap Sarkawi.

Di akhir tuntutanya, massa juga mendesak Bupati dan DPRK untuk segera menyurati Presiden dan DPR RI terkait penolakan tersebut dalam kurun waktu selama dua hari kedepan. “Jika tidak segera menyurati kami akan kembali mendatangi gedung DPRK ” ungkap seorang perwakilan.

Mereka juga meminta, agar DPRK dan Bupati terbuka dan menyampaikan ketergan resmi di media masa jika sudah mengirimkan surat tersebut ke presiden dan DPRRI. (uri)