Rakyat Aceh

Quote : Kasat Reskrim Polres Pidie, Iptu Ferdian Candra
“Korban dipaksa mengaku dengan menempelkan pisau tajam di lehernya, sehingga ketakutan yang akhirnya terpaksa mengaku”

SIGLI (RA) – Irwan (45) seorang suami pencemburu buta, menculik dan menganiaya beberapa warga dan memaksa para korban telah berselingkuh dengan istrinya.

Nuzurahzi (20) pemuda asal Kecamatan Tiro /Truseb, Kabupaten Pidie, salah seorang korban yang dilepas tersangka, setelah dipaksa mengaku berselingkuh, membuat laporan dan akhirnya berakhir dengan menangkap Irwan bersama beberapa kawanannya.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian melalui Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Candra kepada Rakyat Aceh, Kamis kemarin (15/10), membenarkan kasus penculikan dan penganiayaan tersebut.

Disebutkan Kasatresktrm Ferdian Chandra, penculikan dan penganiayaan nekat dilakukan tersangka karena tak senang para korban berselingkuh dengan isterinya, dan memaksa mereka mengakui di bawah ancamannya.

Otak pelaku, lanjut Kasatreskrim Ferdian, ditangkap Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB, di rumah kediaman di gampong Jien Kecamatan Mutiara Timur. “Penangkapan tersangka kita tindaklanjuti berdasarkan laporan korban,” sebut Ferdian.

Dalam proses penyidikan terungkap, kasus dipicu kecemburuan tidak mendasar Irwan terhadap istrinya diduga berselingkuh dengan Nuzurahzi, seorang pemuda berusia 20 tahun.

Tuduhan pernah diklarifikasi tersangka kepada sang istri, namun dibantah, tapi pelaku tetap ngotot. Tersangka kemudian mengutus Si Pon (samaran) untuk menjemput korban dengan iming-iming melihat mobil sewaan. Tidak curiga, korban mengikuti ajakan itu hingga menuju ke kediaman pelaku di Mutiara Timur.

Sesampai di rumah pelaku, Jumat (9/10) sekira pukul 02.00 wib, korban langsung disekap. Kaki tangan korban diikat dengan kain selendang. Sedangkan, leher dililit dengan rantai, serta mulut ditutup dengan handuk.

Dari pengakuan korban kepada polisi, selama disekap korban mengalami tindakan penganiayaan dan pengancaman dari tersangka agar membenarkan telah melakukan perselingkuhan dengan isterinya.

“Korban dipaksa mengaku dengan menempelkan pisau tajam di lehernya, sehingga ketakutan yang akhirnya terpaksa mengaku,” tutur Ferdian Chandra.

Setelah mendapatkan rekaman pengakuan korban yang disekap selama 22 jam, akhirnya diserahkan kepada Mapolsek Mutiara Timur. “Namun jelas tindakan tersangka salah dan melanggar hukum, karenanya kita membebaskan korban Nuzurazi,” ujar Ferdian lagi.

Selain tersangka Irwan, polisi juga mengamankan TM alias Si Pon (24) warga Keumangan Kecamatan Mutiara dan Mudawali (27) warga Meunasah Sagoe Kecamatan Glumpang Baro.

Keduanya diduga keras turut membantu Irwan dalam proses penculikan dan penganiayaan terhadap korban. Hal itu, sesuai pengakuan korban kepada kepolisian.

Dalam proses penyidikan terungkap, para pelaku juga terlibat dalam kasus sama dan motif hampir sama pula, yakni penyiksaan dengan dalih perselingkuhan dengan istri Irwan.

Sementara korban lainnya adalah AR (27) buruh harian lepas warga Didoh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Kejadiannya persis setalah para pelaku melepas korban Nuzurazi.

Koban, kata Ferdian mengalami pengeroyokan hingga penyiksaan dengan menggunakan puntung rokok yang ditempel di badan korban, namun AR tidak sempat di sekap seperti Nuzurazi.

Atas tindakan itu, AR telah membuat laporan polisi lewat SPKT Polres Pidie 13 Oktober 2020 dengan nomor : LP-B / 130 / X / Res.1.6 / 2020 / SPKT Polres Pidie.

“Malah dari proses penyelidikan ada tiga orang, cuma yang satu lagi tidak sempat dianiaya karena berhasil kabur. Rata-rata untuk mengejar pengakuan para korban selingkuh dengan istri tersangka,” pungkas Ferdian. (mag-85/min)