Ormas Meulaboh menolak aksi anarkis di daerahnya. Gedung DPRK Aceh Barat, Jumat (16/10).

Meulaboh – Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) di kabupaten Aceh Barat menolak aksi unjuk rasa anarkis pada daerahnya. Spanduk bertandatangan ‘penolakkan’ langsung diserahkan kepada Ketua DPRK Aceh Barat, sebagai aspirasi yang harus ditampung. Jumat (16/10).

Sejumlah perwakilan Ormas yang terlihat dalam aksi penolakan unjuk rasa anarkis tersebut, adalah Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), FPI, DPC. Organda, Front Pembela Tanah Air (PETA), Ormas Pemuda Pancasila (PP), Forkap, Perbankin, Racing Committe, 06 Kaway Trail adventure, Gapi (gabungan pedagang ikan), dan beberapa Ormas lainnya.

Seorang perwakilan dari Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Barat, mengaku kehadiran sekumpulan perwakilan Ormas di gedung dewan, bertujuan untuk menyampaikan aspirasi tentang penolakan mereka terhadap aksi anarkis di kabupaten tersebut. “Kami menolak aksi anarkis, tapi mendukung aksi unjuk rasa damai,” ucapnya.

Hal senada juga dibenarkan oleh Front PETA Kabupaten Aceh Barat, yang mendukung penuh terhadap penolakan aksi-aksi anarkis di daerah tersebut. “Kalau unjuk rasa secara damai dalam menyampaikan pendapat, kami dukung, tapi kalau melakukan demonstrasi dengan cara anarkis, kami sangat menolak ada di Aceh Barat,” timpal Ormas PETA.

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, H. Kamaruddin SE, mengaku menerima aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan Ormas. “Kami sepakat juga, siap menampung aspirasi yang bersifat damai. Tidak ada anarkis dalam menyelesaikan pendapat atau berdemo,” respon dewan.

Kamaruddin menuturkan kalau sikap anarkis merupakan musuh bersama, apalagi sampai saat ini sedang gencar adanya penolakan tentang rancangan undang – undang Cipta Kerja. “Pro dan kontra kami terima, tapi cara menyampaikan pendapat tetap harus secar damai,” pintanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah tersebut, agar tetap sepakat mendukung penyampaian pendapat atau berdemokrasi secara damai, tanpa ada aksi anarkis. “Terima kasih telah menyampaikan sikap atau pendapat untuk menjaga perdamaian di kabupaten Aceh Barat,” tanggapan H. Kamaruddin SE.

Usai masing-masing perwakilan Ormas menandatangani penolakan aksi demonstrasi anarkis di sehelai spanduk. Pernyataan sikap tersebut, langsung diserahkan kepada Ketua DPRK Aceh Barat Samsi Barmi sebagai bentuk aspirasi yang harus ditampung.(den)