Wali Nanggroe Minta Aceh Jalankan Rekomendasi Unysiah

Tgk. Malik Mahmud Alhaythar

“Selaku Pemangku Wali Nanggroe saya mendukung dan meminta Pemerintah Aceh serta Pemerintah Kabupaten/kota untuk menjalankan buah pikiran akademisi Aceh yang tertuang dalam rekomendasi tersebut”

BANDA ACEH (RA)– Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haytar meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota menjalankan rekomendasi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

“Bukan hanya Aceh, seluruh dunia saat ini diserang pandemi COVID-19, yang berdampak ke berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor paling riskan, yaitu ekonomi. Perlu ada langkah-langkah khusus strategis untuk dijalankan,” kata Wali Nanggroe, Kamis (15/10).
Beberapa waktu lalu, kata Wali Nanggroe, Unsyiah telah mengeluarkan rekomendasi. Dirinya mengaku sudah menelaah 17 butir rekomendasi tersebut.

“Selaku Pemangku Wali Nanggroe saya mendukung dan meminta Pemerintah Aceh serta Pemerintah Kabupaten/kota untuk menjalankan buah pikiran akademisi Aceh yang tertuang dalam rekomendasi tersebut,” tegas Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe menjelaskan beberapa poin rekomendasi tersebut, antaralain, meminta pemerintah memberikan perhatian khusus situasi ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 dengan selalu menganalisis dan mengevaluasi penerapan strategi pemutusan mata rantai Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

“Dampak pandemi Covid-19 ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan. pemerintah harus bisa memastikan ketahanan pangan Aceh beberapa tahun ke depan,” kata Wali Nanggroe.

Secara khusus, perlu peran aktif pemerintah terkait persolan mendesak saat ini yang hadapi oleh petani, seperti petani kopi akibat jatuhnya harga kopi karena tidak terserapnya hasil panen raya oleh pasar.

“Legislatif, akademisi, perwakilan dunia usaha dan pihak terkait lainnya harus diperkuat dalam upaya menyusun road map penggunaan, penyaluran dan pengawasan dana refocusing Covid-19. Dana tersebut harus tepat sasaran,” tegas Wali Nanggroe.

Untuk jangka menengah, kata Wali Nanggroe, pemerintah daerah perlu mengkaji ulang perencanaan dan struktur anggaran agar lebih relevan dengan situasi pandemi. Fokus harus diberikan kepada upaya penanggulangan Covid-19, pemulihan kesehatan dan ekonomi masyarakat dalam menghadapi situasi terkini.

“Untuk target jangka panjang, pemerintah daerah kita minta untuk memperbaiki tata niaga perdagangan, infrastruktur pertanian khususnya waduk. Upaya ini dilakukan secara bertahap agar potensi sektor pertanian dapat dikembangkan secara optimal sebagai fondasi ekonomi Aceh di masa sekarang dan masa depan.”

Wali Nanggroe juga mengingatkan salahsatu poin rekomendasi lain, dimana meminta prioritas penggunaan anggaran publik terhadap tiga bidang utama yaitu ekonomi, kemiskinan dan pendidikan, dengan membentuk tim kerja khusus dan alokasi dana yang cukup dengan pengelolaan yang terintegrasi, terstruktur dan terukur. (ril/ra)