Guru SMA 1 Peulimbang Ajak Budidaya Program Bakam Sekolah Dipertahankan

BIREUEN (RA) – Program Bakti Kampus (Bakam) sekolah mengandung nilai pembelajaran. Setiap Sabtu pagi, Bakam menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bireuen.

Ada suatu perkumpulan di Kabupaten Bireuen tepatnya pada tahun 2016 lalu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs. Nasrul Yuliansyah, M.Pd, diketika itu selalu mengirim pesan via WhatsApp kepada seluruh Pimpinan Sekolah untuk melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan durasi waktu selama 30-40 menit.

M. Nasroen selaku guru SMA Negeri 1 Peulimbang kepada Rakyat Aceh, Minggu (18/10) mengatakan, gotong royong atau Bakti Kampus (Bakam) menjadi kegiatan rutin yang kami lakukan setiap Sabtu pagi di SMA N 1 Peulimbang. Dan kegiatan bakti kampus ini sudah kami jadikan sebagai budaya sekolah yang harus dilakukan.

“Terlepas, tak perlu menggublis, kalau teman-teman dewan guru mengklaim bahwa itu aksi caper. Kita adalah cermin bagi para dewan guru, dewan guru cermin bagi para siswa-siswi, cermin akan terpantul apa yang ada dihadapannya, begitu dengan kita, tidak salah kalau bawahan kita bersikap beda di antara sesama dewan guru,” sebut Nasroen.

Program Bakam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan serta membiasakan para siswa-siswi untuk selalu menjaga kebersihan dirumah, kampung, di dayah dan di tempat mereka menuntut ilmu, serta mempererat silaturahmi di antara para siswa-siswi, dewan guru, tenaga administrasi dan kepala sekolah.

“Masyarakat sekolah harus selalu bisa bersama, tidak hanya saat membersihkan sesuatu, tapi juga dilain aktifitas. Bakam mengajarkan para siswa-siswi yang malas akan berubah dengan melihat aktifitas temannya, dikarenakan mereka di rumah jarang melakukan aktifitas itu, para dewan guru juga sama kiranya. Kebersihan setengah dari pada iman, Allah menyukai orang-orang bersih,” sebut guru SMAN 1 Peulimbang ini.

Di tengah suasana Covid-19 yang sudah melampaui akal sehat, sebut Nasroen, maka kita perlu selalu mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes). Dalam protokol kesehatan, kita di haruskan menjaga kebersihan, pakai masker, cuci tangan pakai sabun saat tiba di sekolah, baik saat keluar masuk ruangan, serta pada saat meninggalkan lokasi sekolah. Maka sudah seharusnya budaya Bakam harus dipertahankan di setiap sekolah, sehingga terhindar dari segala bentuk penyakit dan virus. (akh)