Banda Aceh  (RA) – Pemerintah Aceh meraih Pin Emas sebagai 10 daerah tingkat Provinsi, dengan produksi padi tertinggi di Indonesia tahun 2019. Aceh berada di peringkat ke delapan. Tahun lalu, dengan luas panen 310.012 hektar, Aceh mampu menghasilkan 1.714.438 ton gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 982.570 ton beras.

Pin Emas diserahkan pada Acara Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Calon Pengelola Korporasi Petani Tanaman Pangan Tahap III di Bogor, Senin (19/10) kemarin. Pin Emas diterima oleh Habiburrahman, selaku Kasie Benih dan Perlintan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut, Selasa (20/10/2020).

Habiburrahman menjelaskan, awalnya Pin Emas akan diserahkan langsung kepada 10 Gubernur yang daerahnya berhasil memproduksi padi tertinggi di Indonesia. Namun, karena pandemi Covid-19, maka acara seremonial tersebut batal dilaksanakan.

“Rencana awal, penyerahan Pin Emas akan diberikan kepada 10 Gubernur yang daerahnya mampu menghasilkan beras tertinggi se-Indonesia, salah satunya Gubernur Aceh pada puncak acara peringatan Hari Pangan se-Dunia (HPS) pada bulan Oktober ini. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19, maka acara seremonial tersebut ditiadakan dan tidak dibuat acara khusus penerimaan Pin Emas,” ujar Habib.

Untuk diketahui bersama, Jawa masih menjadi produsen beras tertinggi di Indonesia. Posisi tiga besar ditempati oleh Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Berikut ini adalah 10 provinsi produsen beras tertinggi di Indonesia tahun 2019.

Provinsi Jawa Tengah, dengan luas panen 1.678.479 ha menghasilkan padi 9.655.653 ton GKG atau setara 5.539.448 beras. Provinsi Jawa Timur, dengan luas panen 1.702.426 ha menghasilkan padi 9.580.933,88 ton GKG atau setara 5.496.581 ton beras. Provinsi Jawa Barat, dengan luas panen 1.578.835 ha menghasilkan padi 9.084.957 ton GKG atau setara 5.212.039 ton beras.

Selanjutnya, Sulawesi Selatan, dengan luas panen 1.010.188 ha menghasilkan padi 5.054.166 ton GKH atau setara 2.899.575 ton beras. Sumatera Selatan, dengan luas panen 539.316 ha menghasilkan padi 2.603.396 ton GKG atau setara 1.493.568 ton beras. Lampung, dengan luas panen 464.103 ha menghasilkan padi 2.164.089 tin GKG atau setara 1.241.538 ton beras. Sumatera Utara, dengan luas panen 413.141 ha menghasilkan padi 2.078.901 ton GKG atau setara 1.192.665 ton beras.

Aceh dengan luas panen 310.012 ha menghasilkan padi 1.714.438 ton GKG atau setara 982.570 ton beras. Sumatera Barat, dengan luas panen 311.671 ha menghasilkan padi 1.482.996 ton GKG atau setara 850.794 ton beras. Banten, dengan luas tanam 303.731 ha menghasilkan padi 1.470.503 ton GKG atau setara 843.627 ton beras.

Untuk diketahui bersama, produksi beras nasional tahun 2019 adalah sebesar 31,31 juta ton. Pada akhir Desember 2019 terdapat surplus beras dalam bentuk stok sebesar 5,90 juta ton. (ra)