FPI Aceh : Pelaku Khalwat Bukan Berarti Lepas Dari Hukum Syariat Islam 

Calang (RA) -Terkait Pasangan khalwat diduga telah dilepaskan Ketua FPI Aceh mendesak Pemerintah Aceh Jaya menjalankan Qanun Syariat Islam tentang khalwat yang telah disahkan, akibat diduga khalwat yang terjadi di Gampong Ligan Kecamatan Sampoenit Aceh Jaya, Rabu (31/10).

Ketua FPI Aceh, Tgk. Muslim At Thahiry MA menanggapi kasus tersebut, mengatakan, kasus khalwat yang terjadi di desa ligan Sampoenit Aceh jaya walaupun telah dilaksanakan ganjaran secara adat kampung bukan berarti lepas dari tuntutan Qanun Syariat yang berlaku.

Dirinya menilai, Qanun tetap harus diterapkan dan harus diproses sampai kepada mahkamah /pengadilan. Sementara Hukum adat desa itu sekedar ganjaran desa yang telah mengotori Desa setempat.

Ia, menambahkan, Hukum syariat itu hukum Allah yang tidak boleh diabaikan begitu saja, tidak boleh hukum Allah diganti dengan hukum adat. Maka kami sangat menyesali bila Wilayatul hisbah Aceh Jaya melepaskan pelaku khalwat dari tuntutan Syariat Islam.

kami atas nama FPI akan menuntut masalah ini sampai tuntas dan juga akan mengirim tim untuk mencari data yang akurat dan setelah dapat data , bila ini dibiarkan begitu saja maka kami akan melakukan aksi protes di Aceh Jaya, Tutup Tgk Muslim At Thahiry

Sementara Keucik Gampong Ligan, Kecamatan Sampoenit, Suaidi, Saat di Konfirmasi Rakyat Aceh, membenarkan terkait oknum Dokter wanita YM (33) warga Gampong Ligan bersama seorang pria CR (33) merupakan pria merupakan status sudah menikah telah diserahkan kepada Satpol PP dan WH Aceh Jaya.

Semalam tepat tanggal (21/10) sekitar pukul 00.00 wib telah di amankan oleh warga dan kami telah menyerahkan kepada pihak WH, “setelah kami menelfon pihak keluarga ibu (oknum dokter) memang anak nya tersebut belum dinikahkan, dan disuruh serahkan kepada pihak WH”. katanya

Namun memang untuk denda kemalangan tersebut, saya tidak tau persis berapa nominalnya karena saya di dalam, setelah setelah diserahkan kepada WH itu urusan mereka dan urusan kami telah selesai sebagai aparatur. Katanya

Memang keduanya tidak bisa membuktikan bahwa telah menikah, dan menurut pengakuan keluarga Ibu (oknum Dokter) anaknya belum dinikahkan, semetara memang yang lelaki mengaku berkerja sebagai ajudan Wakil Bupati di Nagan Raya, Kata Suaidi

Hingga berita ini diterbitkan nomor hanpon Kasat Pol PP Tidak dapat dihubungi, serta nomor salah seorang yang pejabat di Satpol PP dan WH yang menangani perkara tersebut. (say)