Hadapi New Normal, Polres Bireuen Gelar FGD

BIREUEN (RA)- Menghadapi kondisi New Normal, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bireuen menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mengoptimalkan Peran Komunitas dalam Menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru Guna Memutuskan Rantai Penyebaran Covid-19 dan Meningkatkan Produktifitas Masyarakat”.

Kegiatan ini dibuka Wakapolres Bireuen, Kompol Adli, SE sekitar pukul 08.30 WIB di Aula Polres setempat, Rabu (21/10).

Pemateri pada acara ini, Kadinkes Bireuen, dr Irwan A Gani, dan Kepala Satpol PP Bireuen, Chairullah Abed SE diwakili Ketua Ops Yustisi Satpol PP Bireuen, Usman Kelana.

Sementara peserta terdiri dari pengurus Karang Taruna Bireuen, KNPI Bireuen, RAPI Bireuen, HMI Cabang Bireuen, PEMA Umuslim, para pengurus OKP, Ormas dan puluhan tamu undangan lainnya.

Ketua panitia pelaksana, Iptu Razali Hasan dalam laporannya menyebutkan, sebenarnya mengingat sekarang masa pandemi melanda seluruh daerah, kami tidak ingin melakukan kegiatan FGD ini. Namun mengingat dituntut oleh keadaan dan instansi lainpun sudah melakukannya, maka terpaksa dilaksanakan.

“Diharapkan kepada rekan-rekan dari Ormas dan OKP lingkungan Kabupaten Bireuen yang mengikuti kegiatan ini agar senantiasa selalu mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam menghadapi pandemi covid-19,” ujar Kasat Binmas Polres Bireuen ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bireuen, dr Irwan A Gani selaku pemateri pada kegiatan tersebut menjabarkan tentang metode penanganan covid-19.

Saat berlangsungnya sesi tanya jawab, seorang peserta yang merupakan Ketua HMI MPO Bireuen, Syibran Malasi menanyakan komitmen pemerintah dalam menjalankan aturan penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Hari ini pemerintah dalam meyakinkan diri sendiri aja tidak bisa, apalagi meyakinkan masyarakat yang masih ‘awam. Saya tidak sepakat jika masyarakat disalahkan karena belum bisa mematuhi prokes secara baik dan benar,” tegas Syibran.

Syibran menyarankan kepada pihak Satpol PP Bireuen supaya tidak hanya keliling di coffe-coffe kota saja. Diminta juga untuk keliling ke kantor pusat Pemerintahan Bireuen, karena yang membuat kebijakan penanganan covid-19 adalah pemerintah, dan mereka harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Saya melihat tidak ada penerapan protokol kesehatan di kantor pusat Pemerintahan Bireuen, baik di ruangan maupun di kantin setempat. Jangan sasarannya selalu ke masyarakat,” sebutnya.

Setelah sesi tanya jawab berlangsung, peserta meninggalkan Aula Polres Bireuen secara tertib dengan mematuhi protokol kesehatan. (akh)