Nova Diminta Antar Langsung Kapal Aceh Hebat 1 ke Simeulue

Harianrakyataceh.comGubernur Aceh Nova Iriansyah diminta mengantar langsung kapal ro-ro KM Aceh Hebat 1 ke Kabupaten Simeulue. Permintaan ini disampaikan Gerakan Masyarakat Pengawal Amanah Rakyat (GEMPAR) Kabupaten Simeulue yakni sesuai jadwal 30 November akan berlayar ke Aceh dan beroperasi.

Ketua GEMPAR Zulhamzah melalui Ketua Divisi Advokasi Kirfan, mengaku gembira dan berterimakasih kepada pemerintah Aceh yang dinilai peduli terhadap masyarakat Simeulue. Kirfan menuturkan, kehadiran kapal ferry berkapasitas 1.300 GT akan melayani jalur Aceh Barat – Simeulue, sangat membantu masyarakat, terlebih ketika cuaca sedang tidak mendukung, sehingga menyebabkan harga pangan naik.

Apalagi, sebutnya, 1300 GT memiliki kapasitas yang besar, sehingga sangat siap menghadapi cuaca seperti angin.

“Atas nama masyarakat Simeulue, kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Gubernur Aceh yang telah peduli kepada masyarakat Simeulue. Kapal sangat dibutuhkan masyarakat karenanya kami mengharapkan bapak Plt. Gubernur mengantar langsung ke Simeulue,” tutur Kirfan, Senin (19/10).

Sebelumnya, KMP Aceh Hebat 1 resmi dilaunching, Sabtu 2 Oktober 2020. Peresmian itu menjadi penanda

kapal roro 1.300 GT bakal segera berlayar usai mengikuti beberapa pengujian lagi seperti uji kemiringan, uji berlayar dan fungsi seluruh komponen.

“Menurut jadwal 30 November akan berlayar ke Aceh dan akan beroperasi sebagaimana seharusnya,” kata

Nova Iriansyah usai melaunching KMP Aceh Hebat 1 di Galangan PT. Multi Ocean Shipyard (PT.MOS). Nova mengatakan KMP Aceh Hebat 1 sudah memasuki tahap akhir pembangunannya. Usai peluncuran akan disusul dengan finishing akhir sampai kemudian kapal dikirim ke Aceh. Kinerja PT. MOS dinilai Nova sangat maksimal.

Bagi dia, pembangunan kapal yang dilakukan tenaga kerja Indonesia menandakan warga Indonesia mampu mengerjakan pengerjaan secanggih apapun.

“Ini penanda bahwa kapal secanggih Aceh Hebat 1 bisa dibangun oleh tenaga Indonesia dan pemanfaatan juga untuk orang Indonesia khususnya orang Aceh, “kata Nova. (HRA)