Iza Mahendra, yang menderita sakit gatal menahun saat di kunjungi Rakyat Aceh di rumahnya Kampung Kute Tanyung, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Kamis (22/10). MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Tak sanggup membawa berobat ke dokter, seorang remaja penderita gatal menahun terpaksa harus dibawa keluarga untuk berobat kedukun dan mandi mengunakan air garam ketika sakit yang dideritanya kumat.

Iza Mahendra, sorang remaja yang berusai 16 merupakan warga Kute Tanyung, Kecamatan Bukit, saat ini terpaksa harus putus sekolah dan berbaring di tempat tidur akibat kondisinya yang semakin melemah dan kian memburuk.

Saat ini, selain menderita gatal-gatal di sekujur tubuh, Iza Mahendra juga tak sangup untuk berjalan dan tubuhnya semakin hari semakin kurus serta merasakan sakit disekujur tubuh.

Dengan raut wajah sedih dan pucat kepada Rakyat Aceh, Kamis (22/10), Iza menyampaikan, awalnya terjatuh saat sedang berbaris upacara bendera di sekolah SMP. “Saat itu saya duduk di bangku kelas 3 dan tiba-tiba terjatuh saat baris-berbaris,” katanya.

Selajutnya, ia di bawa pulang kerumah dan ibunya mengaku terkejut melihat bintik-binting di sekujur tanganya. ”Saya mengira penyakit cacar dan semakin lama semakin banyak sehingga kami membawanya berobat kemana-mana,” kata ibu Maryani, ketika di kunjungi Rakyat Aceh di kediamanya Kampung Kute Tanyung.

Beberapa kali ibu iza Maryani, juga mengaku sempat membawa berobat ke Puskesmas dan rumah sakit, namun tidak ada perubahan sehingga ia membawa anaknya berobat ke dukun kampung. “Lagi-lagi upaya kami sia-sia berbagai obat sudah kami coba namun hasilnya nihil,” ungkapnya sambil menangis.

Akibat keterbatasan ekonomi Maryani, juga mengaku hanya bisa pasrah dan terus mencoba berbagai obat alami yang disarankan oleh para dukun kampung dan warga sekitar namun upayanya tersebut hanya sia-sia.

Sebelumnya katanya, Iza juga sempat dirawat di RSU Muyang Kute Bener Meriah dalam waktu 3 hari saja dan dokter sempat menyarankan untuk di bawa berobat ke Medan, namun terkendala biaya.

Maryani menceritakan, setiap anaknya menderita sakit ia hanya bisa memberikan obat anti nyeri yang ia beli di apoteker dan bidan desa. “Selain itu ketika cuaca dingin sakit gatal iza kambuh dan untuk meredakan gatalnya kami mandikan dengan air garam yang direbus,” ungkapnya.

Ayah kandung Iza, katanya tidak pernah memberikan sepeser uang pun untuk biaya pengobatanya dan saat ini ia sudah tidak memiliki uang untuk membawanya berobat ke dokter. “Saya dan ayah kandungnya sudah lama bercerai dan saat ini sudah kembali menikah,” katanya.

Iza juga mengaku, sebelumnya sudah mendaftarkan diri untuk masuk ke SMK 1 Bukit dan jika sekolah saat ini sudah duduk di bangku kelas dua namun akibat sakit yang dideritanya ia terpaksa harus putus sekolah dan berada di dalam rumah. (uri/bai)