Meulaboh – Kembangkan Kampung Muslimin, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA, optimis H. Ramli MS mampu membawa Aceh Barat menjadi daerah bermartabat dan bersyahriat.

Sementara Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS, Sabtu (24/10), tak larut dalam sanjungan pengakuan. Sewajarnya, ia selaku kepala daerah, harus senantiasa memikirkan konsep terbaik bagi kemajuan Aceh Barat.

“Ide mencetuskan kampung muslimin ini, semata agar moral masyarakat semakin cerdas dan berkulitas serta tercapai karekteristik agamis,” tujuannya.

Bagi Aceh Barat secara umum, H. Ramli MS mendetailkan, program pembangunan dilakukan secara komprehensif, namun ia tetap akan fokus mencapai titik melatih moral spiritual penduduk setempat.

“Makanya kita bentuk kampung muslimin ini, supaya menjadi contoh dengan konsep perkampungan yang baik. Ya, selain program peningkatan ekonomi dan pembangunan dari kampung menuju kota itu,” rincinya.

Penduduk Aceh Barat yang mayoritas petani, menjadi tolak-ukur atau dasar H. Ramli MS merealisasikan pengadaan hand traktor hingga kabupaten ini berhasil surplus 80 ton padi.

Seiring berjalannya waktu, H. Ramli MS terus sempurna pola baru untuk mengembangkan konsep kampung muslimin di daerahnya, agar masyarakat dapat semakin cerdas, berkulitas dan agamis.

“Biar penduduk setempat paham baik dan buruk dan jauh dari perbuatan kriminalitas, makanya perlu juga adanya bimbingan dari pihak BNN. Saya sudah bekerjasama dengan pihak BNN agar dapat menjalankan penyuluhan di kampung Muslimin ini,” katanya.

Fokus pembangunan sumber daya manusia dengan karakteristik islami, H. Ramli MS mengkaji perlu menggandeng kerjasama UIN Ar-Raniry dalam mewujudkan sendi spiritual Islami di seluruh pelosok Aceh Barat. “Semoga UIN Ar-Raniry dapat memilih Aceh Barat sebagai salah satu Kabupaten percontohan program kampung Muslimin,” harapnya.

Saat penandatanganan MoU antara H. Ramli MS dan Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA, Jumat (23/10) kemarin di Meulaboh. Menjadi awal dari peran universitas Islam ini menjalankan perannya di Aceh Barat.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA usai menandatangan naskah kerja sama, mengatakan kerja sama ini mampu meningkatkan SDM di UIN maupun di Kabupaten Aceh Barat. “Banyak hal yang dapat dilakukan dengan pengembangannya nanti, baik dari segi pengabdian, peningkatan SDM, pertukaran SDM maupun hal lain yang dapat bermanfaat bagi kedua instansi ini dan masyarakat,” ujarnya.

Warul menambahkan, MoU perjanjian kerja merupakan nota kesepakatan perjanjian kerjasama atau perjanjian pendahuluan dalam ikatan kebersamaan, sesuatu yang bisa dilakukan dalam banyak program, termasuk program yang sedang dikembangkan oleh Bupati Aceh Barat, yakni terkait Gampong Muslimin.

“Kami di UIN mengikuti perkembangan program kampung muslimin yang luar biasa ini, dengan penanda tanganan MOU ini telah terjadi penguatan ikatan bersama, saling membangun dan saling mengisi, saling membantu dan membina,” jelasnya.

MOU ini bertujuan untuk melakukan suatu koordinasi yang penuh sinergis agar dapat sama-sama mengalirkan energi mutu positif ke arah penguatan dan pengembangan berbagai sektor, yakni sector syariat islam, pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan sektor lainnya.

Warul menjelaskan, UIN Ar-Raniry memiliki 56 prodi dan 9 fakultas, satu pasca sarjana dan prodi juga dapat disenergikan dengan program-program Bupati Aceh Barat, salah satunya adalah fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

“Kita punya jurusan bahasa arab, PAI dan teknologi informasi, syariah dan hukum, ushuluddin dan filasafat, adab dan humaniora,” urainya.

Prodi FISIP, sambung Warul, merupakan satu-satunya di Aceh yang bergerak di ilmu pemerintahan, sehingga dapat beriringan di bidang pemerintahan untuk Aceh Barat. Tentu fakultas akan bersinergi dengan instansi terkait, Asisten Pemerintahan juga bisa bersinergi dengan fakultas FISIP yang merupakan FISIP UIN, yang satu satunya ada di sumatera.

Warul melihat kerjasama ini dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, terutama UIN Ar-Raniry karena banyak prestasi Pemkab Aceh Barat sebagai modal yang layak disinergikan. Peningkatan SDM, sosial religi, keagamaan, ekonomi berbasis syariah, Iptek, ilmu pemerintahan, arsitektur, dakwah, termasuk komunikasi, psikologi, bisnis dan sektor lainnya.

“Selamat Pak Bupati H. Ramli MS karena banyak meluncurkan program bermutu, seperti gampong muslimin, bantuan 1 juta per santri, Muatan Lokal Guru Pasantren Mengajar di sekolah umum dan banyak program unggulan lainnya yang telah membuat Aceh Barat sebagai Kabupaten yang kuat, bermartabat dan bersyariat.

Penandatanganan kerjasama tersebut, turut disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Saifullah Idris, MA, Wakil Dekan 1 Fakultas Tarbiayah, Dr. Masbur, MA, sedangkan dari Pemkab Aceh Barat hadir Asisten Pemerintahan Kadis DP3AKB, Kadis Syariat Islam, Kadis Pendidikan Dayah dan pejabat terkait lainnya.(den)