DLHK Nagan Raya, memasang spanduk pengumuman pembekuan PT Raja Marga, karena diduga melakukan pencemaran lingkungan, Jumat (23/10) lalu. IST/RAKYAT ACEH

SUKA MAKMUE (RA) – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membekukan sementara izin pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) PT Raja Marga di Gampong Alue Rambot, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Jumat (23/10).

Pembekuan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Nagan Raya dengan memasang spanduk tentang penerapan sangsi administratif pembekuan izin lingkungan PT Raja Marga.

Kepala DLHK Nagan Raya, Teuku Hidayat MSi mengatakan, membekukan izin operasional PT Raja Marga ini berdasarkan laporan masyarakat atas dugaaan pencemaran lingkungan akibat limbah PMKS.

“Jadi selama pembekuan izin lingkungan berlangsung, PT Raja Marga tidak boleh menlakukan aktifitas perusahaan, kecuali tamun yang ada dilapangan sudah diperbaiki,” kata Teuku Hidayat.

GM PT Raja Marga, Said Mustajab mengatakan, izin lingkungan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) perusahaan yang dipimpinya sudah dihentikan sementara.

Saat ini aktifitas perusahaan sudah dihentikan sementara, ia tetap mentaati hukum dan sangsi yang diberikan pemerintah.

Pembekuan izin oleh DLHK Nagan Raya diduga adanya pencemaran limbah dari PMKS ke media lingkungan.

Sebagai perusahaan bergerak dibidang pengelohan minyak sawit, PT KIM taat hukum serta menjalankan temuan Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Aceh dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Nagan Raya yang diduga mencemarkan lingkungan akibat limbah pabrik.

“Temuan DLHK itu, kita akan secepatnya akan melakukan pembenahan dan perbaikan, guna penerapan sanksi itu dapat dibuka kembali,” kata Said Mustajab.

Selama pembekuan izin, perusahaan juga akan membayar gaji karyawan tanpa ada pemotongan. “Nanti setelah membenahi tamuannya kita akan mengundang DLHK Aceh dan DLHK Nagan Raya untuk ditinjau kembali,” kata Said Mustajab.(ibr/bai)