Para siswa tengah mengikuti pembelajaran di teras Masjid Nurhasanah Kampung Tanah Terban, Karang Baru yang diterapkan dinas terkait sebagai program konsultasi belajar di masa pandemi Covid-19 yang belum usai, Sabtu (24/10). DEDE/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA) – Program konsultasi belajar di Aceh Tamiang menjadi solusi ampuh pembelajaran di masa Covid-19 saat ini. Hingga Oktober 2020, jumlah peserta kunsultasi belajar yang digulirkan Disdikbud Aceh Tamiang bertambah jadi 90 sekolah. Angka ini diprediksi akan terus naik, setelah berubahnya status daerah Aceh Tamiang dari zona oranye ke merah.

“Sudah hampir 100 yang ikut konsultasi belajar. Sebelumnya ada 58 sekolah, sekarang tambah 32 sekolah lagi terdiri 20 SMP dan 12 SD. Kemungkinan akan terus bertambah pesertanya, apalagi sekarang kita kan zona merah,” terang Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto kepada Rakyat Aceh, Minggu (25/10).

Program tersebut dinilai efektif, sekaligus dianggap menjadi solusi di masa pendemi Covid-19. Para siswa-siswi dari berbagai tingkatan sekolah, mengikuti pembelajaran terbatas di balai, mushola dan masjid-masjid yang telah ditetapkan dinas. Selama belajar para murid diwajibkan menerapkan Prokes 3M dan jumlah siswa dibatasi enam orang/kelompok.

Program konsultasi belajar yang sudah berjalan sekitar satu setengah bulan ini menurut Bambang sudah dievaluasi berkaitan dengan tanggapan masyarakat. Beberapa sekolah dan masyarakat justru menginginkan sistem pembelajaran itu ditambah. Karena yang menjadi peserta konsultasi belajar tidak hanya sekolah di bawah Disdikbud saja, melainkan sekolah di bawah Kemenag juga ikut seperti MIN dan MTsN.

“Ketika peserta dari sekolah bertambah, secara otomatis tempat belajar juga bertambah. Bulan lalu ada 41 Masjid, sekarang tambah 12 jadi 53 Masjid,” urainya.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tamiang juga memuji program konsultasi belajar yang digulirkan dinas pendidikan setempat untuk menjawab kebutuhan belajar-mengajar di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Sejauh ini PGRI memandang kegiatan konsultasi belajar itu sudah efektif untuk mengatasi pembelajaraan yang tertunda akibat Covid-19 ini. Ibaratnya pribahasa tak ada rotan akar pun jadi untuk kondisi saat ini,” kata Ketua PGRI Aceh Tamiang, Rudiardi. (mag-86/icm)