Anggota DPR RI, Muslim bersama perwakilan Dirjen Kementan dan didampingi jajaran Dinas Pertanian setempat menyerahkan bantuan Alsintan kepada sejumlah kelompok tani di Aceh Tamiang, Senin (26/10). DEDE/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA)-Sejumlah kelompok tani (koptan) di Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Dirjen Kementerian Pertanian (Kementan RI). Bantuan alat-alat pra dan pascapanen ini diserahkan secara simbolis oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat (PD), Muslim, SHI, MM bersama utusan Dirjen Kementan di halaman belakang Distanbunak Aceh Tamiang, Senin (26/10) sore.

“Semua bantuan pemerintah harus dikelola dengan baik. Semoga dapat digunakan dengan petani untuk meningkatkan produksi,” kata Muslim dihadapan pejabat Distanbunak dan koptan Aceh Tamiang.

Politisi Demokrat asal Dapil 2 Aceh ini menekankan, alsintan yang telah disalurkan tidak hanya dipegang dikuasai oleh ketua kelompok saja, tapi harus dikelola bersama anggota. “Alsintan harus dijaga, dirawat dan dimanfaatkan petani. Bensin-nya diurusin, perawatannya juga jangan sampai habis pakai tidak dirawat jadi cepat hancur,” cetusnya.

Bantuan alsintan ini diperjuangkan Muslim dari Kementan untuk petani Aceh Tamiang melalui program aspirasi. Ia tidak mau mendengar ada pungutan biaya diambil dari petani baik dari stafnya di Aceh Tamiang maupun dari oknum di dinas.

“Saya tidak mau bantuan yang melalui perjuangan saya ada pungutan, karena itu gratis. Jadi kalau ada yang pungut-pungut itu lapor ke saya, kita akan pecat,” tegasnya.

Kepala Distanbunak Aceh Tamiang, Yunus mengatakan, dengan adanya penambahan alsintan di kelompok tani sehingga sawah dan lahan pertanian palawija dapat di garap setiap musimnya. Apalagi saat ini Aceh Tamiang tengah mengembangkan budidaya bawang merah, sehingga sangat membutuhkan alat seperti traktor. “Kami berupaya Aceh Tamiang akan menjadi sentra bawang merah di Aceh,” tekadnya.

Yunus menekankan kepada kelompok petani untuk memanfaatkan alsintan jangan sempat ditelantarkan jadi barang mangkrak, apalgi dijual. Bahkan pihak dinas mengancam, jika bantuan alsintan disia-siakan akan dialihkan ke kelompok lain yang membutuhkan. Sementara jika ketahuan dijual maka kelompok tani tersebut akan diblacklist.

“Tidak hanya kelompok yang kami blacklist. Nama-nama pengurusnya juga agar kalau dia membuat kelompok baru tidak bisa mendapatkan bantuan lagi,” tandas Yunus.

Dalam kesempatan itu sejumlah kelompok tani yang belum pernah mendapat bantuan meminta kepada Anggota DPR RI tiga periode ini berupa program optimalisasi atau pencetakan sawah baru, normalisasi parit saluran dan kendaraan traktor untuk membajak lahan sawah padi darat khusus di wilayah hulu Aceh Tamiang. Muslim pun minta kepada Kepala Dinas Pertanian agar aspirasi para petani dicatat untuk diprioritaskan.

Adapun rincian bantuan alsintan pra panen yakni, Cultivator 5 unit, Handtraktor rotary 6 unit, mesin pompa 5 unit dan Rice transplanter (mesin tanam padi) 2 unit. Sedangkan alsintan pascapanen, Combine harvester (mesin panen)1 unit, power thresher 10 unit dan Corn Seller 2 unit.

Sementara sejumlah koptan di Aceh Tamiang yang menerima bantuan ini masing-masing, koptan Ciherang Wangi, Rambutan, Muda Tani, Maju Bersama, Karya Tani, Karya Bakti dan Cicempala. (mag-86)