Calang (RA) – Bupati Aceh Jaya T Irfan TB, menawarkan solusi untuk pengembangan lahan Kombatan Gam, Napol, Tapol dan korban konflik sistem Klaster setiap wilayah untuk meminimalisir persoalan yang dihadapi untuk mempercepat program yang telah dicanangkan.

Hal tersebut dikatakan Bupati Aceh Jaya, Drs H. T Irfan TB, Kepada Rakyat, Senin (26/10) di Markas PMI Calang, “satu hamparan memang sangat susah di karnakan terbentur dengan lahan HGU maupun hutan produksi”.

Dulu memang saat masa pak Irwandi menjabat gubernur sempat kita mengusulkan WPR (wilayah pertambangan rakyat) hingga 1000 hektar, hingga Kementrian untuk pengelolaan tambang emas rakyat namun hingga saat ini tidak dapat mengantongi izin di karnakan masuk pada kawasan HGU.

Namun memang sejauh ini tim belum memberikan laporan secara kusus hanya saja pada kawasan yang direncanakan saru hamparan tersebut yang direncanakan lahan kombatan kami mengetahui setelah membaca di Media bahwa masih milik lahan HGU PT Aceh Inti Timber.

Namun dalam waktu dekat ini, kami akan mengajak duduk bersama dengan BRA dan sejumlah pihak yang terkait untuk membahas sistem Klaster yang kami tawarkan agar mempercepat pengembangan lahan yang diperuntukan bagi Kombatan Gam, Napol, Tapol dan korban konflik. Kata Irfan

Komitmen dalam memperjuangkan lahan bagi para kombatan Gam ini merupakan menjadi program prioritas dan tahun telah dialokasikan anggaran senilai Rp 3 Milyar. “bagaimana teknisnya kami akan duduk bersama kembali dengan pihak BRA, untuk membahas kembali karena untuk mempercepat pengembangan lahan dimasa akan datang”. katanya

Solusi mempercepat pengembangan tersebut, setiap klaster yang direncanakan, 1. Jaya, Indra Jaya, 2. Setia Bakti, Sampoenit, Darul Hikmah, 3 Krueng Sabe, Panga, dan 4 Teunom, Pasie Raya. (say)