Bimtek Keuchik Ditengah Pandemi Covid-19 di Banda Aceh “Gunakan Dana Desa”

Rakyat Aceh

ACEH UTARA (RA) – Kabupaten Aceh Utara termasuk salah satu daerah zona merah Covid-19. Hal itu berdasarkan data dari Satgas Covid-19, Aceh Utara masih meresiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19.

Informasi yang diterima Rakyat Aceh, para keuchik dan aparatur gampong dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara, ramai-ramai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Banda Aceh. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Lembaga Kajian dan Pelatihan Manajemen (LKPM) Indonesia yang berkantor di Medan. Dengan mengusung tema “ Bimbingan Teknis Manajamen Pemerintahan Gampong”

Keuchik dan aparatur gampong yang ikut Bimtek, seperti dari gampong di Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, Paya Bakong dan kecamatan lainnya. Sedangkan untuk Surat Perintah Tugas (SPT) dikeluarkan oleh camat masing-masing. Sumber anggaran yang digunakan dengan menguras Dana Desa (DD). Lalu serapa pentingnya kegiatan Bimtek ditengan pandemi Covid-19 atau ada indikasi lain untuk menghabiskan anggaran desa.

Camat Paya Bakong, T. Arahman Ansari, dikonfirmasi Rakyat Aceh, via telepon seluler terkait berapa jumlah keuchik dan aparatur gampong yang ikut Bimtek ke Banda Aceh, tidak berhasil dihubungi. Meskipun, sebelumnya wartawan ini sudah memperkenalkan diri lewat layanan WhatApp untuk konfirmasi dan terlihat pesan sudah dibaca yang ditandai dengan conteng biru dua gratis, tapi sang camat tidak merespon konfirmasi.

Sementara Camat Pirak Timu, Ilyas, dikonfirmasi Rakyat Aceh, membenarkan, jika keuchik dari aparatur gampong di kecamatannya mengikuti Bimtek di Banda Aceh. “Di Kecamatan Pirak Timu ada 23 gampong dan yang ikuti Bimtek 20 gampong. Dan setiap gampong diikuti oleh dua peserta yakni keuchik dan aparatur gampong,”ungkapnya.

Ia mengatakan, mengikuti Bimtek itu sesuai dengan keputusan keuchik dan aparatur gampong serta dalam DIPA desa juga sudah memiliki ada anggaran. “Kita di kecamatan kan hanya mengawasi saja, artinya karena perjalanan dalam daerah maka kita arahkan untuk mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 selama di Banda Aceh,”katanya.

Menurut dia, kegiatan Bimtek itu berlangsung selama empat hari, yakni dua hari kegiatan, satu perjalanan dari Aceh Utara dan Banda Aceh dan satu hari lagi perjalanan pulang dari Banda Aceh ke Aceh Utara. “Lembaga yang laksanakan pelatihan itu, dari Lembaga Kajian dan Pelatihan Manajemen (LKPM) Indonesia,”ucapnya.

Selain itu ditanya Rakyat Aceh, jika nantinya ada keuchik dan apatur gampong yang terserang Covid-19 sekembali dari Banda Aceh, siapa yang bertanggungjawab, Camat Ilyas menyatakan, semoga itu tidak terjadi. Ia juga mengakui, tidak tau berapa anggaran untuk setiap peserta yang mengikuti Bimtek ke Banda Aceh dengan menggunakan dana desa. “Kalau masalah dana itu langsung dengan forum keuchik, karena mereka yang koordinir,”ungkapnya.

Sementara informasi yang dihimpun Rakyat Aceh, LKPM Indonesia selaku penyelenggara kegiatan membebankan biaya kepada masing-masing gampong. Setiap peserta harus mengeluarkan anggaran Rp 6 juta. Dengan fasilitas peserta, penginapan selama tiga malam, makan malam/makan siang, coffee break, tas, makalah, baju, sertifikat dan id card.

Dilokasi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM PP dan KB) Aceh Utara, Fakhrurradhi, MH, dikonfirmasi Rakyat Aceh, via telepon selulernya, mengatakan, pihaknya ada menerima pemberitauan terhadap keuchik dan aparatur gampong ikut Bimtek ke Banda Aceh. “Ada sekitar lima atau enam kecamatan di Aceh Utara yang mengikuti Bimtek ke Banda Aceh. Kita hanya diberitahukan saja dan SPT itu camat yang keluarkan,”katanya.

Menurut dia, asalkan dalam prioritas penggunaan dana desa saat ini harus terpenuhi tiga persoalan, yakni pembentukan gampong cegah Covid-19, penyaluran BLT dana desa, dan padat karya tunai desa. “ Kalau ketiga persoalan itu sudah terpenuhi dan ternyata masih ada anggaran desa, maka itu terserah kepada keuchik untuk mengikuti Bimtek,”ucapnya, seraya menambahkan, tidak semua gampong dalam kecamatan di Aceh Utara yang ikut serta dalam kegiatan Bimtek ke Banda Aceh. (arm/ra)