Tim terpadu satgas covid-19 Aceh Tengah mendata pelanggar prokes dan denda akan di setor ke kas daerah. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Tim gabungan terus melakukan penertiban dan mengingatkan masyarakat bahwa prokes sangat perlu untuk ditaati saat ini.  Tidak ada cara lain untuk menghindari wabah corona, selain mengenakan masker, mencuci tangan serta menjauhi kerumunan.

Karena itupula tim gabungan dari Satpol PP, Kepolisian, Dinas Kesehatan serta Polisi Militer terus menertibkan warung, cafe serta para pelanggan. Seperti yang dilakukan Jumat (23/10). Ada satu Cafe di jalan Senggeda terpaksa diminta untuk ditutup sementara karena melanggar aturan atau prokes terhadap covid-19.

Selain tutup juga dikenakan tenda administratif, harus membayar senilai, Rp100 ribu dan tutup selama dua hari kedepan. “Bila tetap buka dan melanggar prokes akan kita cabut ijin usaha,” kata Syahrial tegas.

Tidak hanya cafe yang ditindak tim gabungan. Ada 10 warga yang melanggar tidak memakai masker, langsung membayar denda ditempat. Para pelanggar di tindak sesuai dengan peraturan Bupati Aceh Tengah, nomor 52 tahun 2020 tentang peningkatan penanganan covid-19.

“Sepuluh pelanggar membayar ditempat senilai Rp100 ribu. Semua berjumlah Rp1 juta dan uang itu akan disetor ke rekening kas daerah nantinya,” ungkap Kasatpol PP Syahrial Afri, Senin (26/10).

Menurut Syahrial, kegiatan ini sangat ampuh untuk menertibkan masyarakat dan pedagang yang masih cuek akan protokol kesehatan. “Ini kita lakukan untuk menekan grafik kasus positif covid-19 di wilayah Aceh Tengah secara umum,” ucap Syahrial. (jur/bai)