Rombongan Tuha Peut gampong dari Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara mengunjungi Makam Raja Aceh Sultan Alaidin Mahmudsyah yang terletak di Dusun Cot Bada Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka Aceh Besar Selasa (27/10) IST/ RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Rombongan Tuha Peut Gampong se Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Selasa (27/10) mengunjungi Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka Aceh Besar untuk melihat langsung tata kelola administrasi pemerintahan gampong.

Kunjungan tersebut bagian dari kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Tuha Peut yang berlangsung sejak dua hari lalu di Banda Aceh. Dan kegiatan Bimtek tersebut ditutup dengan kunjungan lapangan untuk melihat langsung dan tata kelola pemerintahan dan proses pembangunan di gampong tersebut.

Rombongan yang berjumlah 78 orang di pimpin oleh ketua APDESI Syamtalira Bayu Tgk Khairul Mahdi. Acara kunjungan lapangan di akhiri dengan ziarah ke Makam Raja Aceh Sultan Alaidin Mahmudsyah yang berlokasi di dusun Cot Bada.

Keuchik Tumbo Baro H Khalid Wardana dan unsur tuha peut Drs Bustaman menjadi narasumber dengan mempresentasikan berbagai potensi dan terobosan yang telah di lakukan sehingga Tumbo Baro berhasil meraih gampong terbaik di Provinsi Aceh pada tahun 2018 dan terus melakukan berbagai inovasi sampai saat ini.

Acara yang di pusatkan di aula gedung serba guna turut di hadiri ketua dan sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Muksalmina dan Saiful Isky, Ketua APDESI Aceh Besar Keuchik Muslim, mahasiswa KPM UIN Ar Raniry dan perangkat Gampong Tumbo Baro.

Acara kunjungan lapangan di akhiri dengan ziarah ke Makam Raja Aceh Sultan Alaidin Mahmudsyah yang berlokasi di dusun Cot Bada gampong tersebut.

Rombongan Tuha Peut dari Kabupaten Aceh Utara itu berharap kepada Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar agar makam Raja Aceh tersebut dapat di rawat dan di bangun dengan baik, tidak di biarkan tanpa pengelola.

Keuchik Tumbo Baro H Khalid Wardana juga sangat sependapat dengan para Tuha Peut dari Aceh Utara agar makam Raja Aceh yang telah berjasa dalam melawan kolonialisme Belanda harus mendapat perhatian dari pemerintah. “Dan perlu di tempatkan khadam dan di kelola dengan baik sebagai situs sejarah,” ujarnya. (mag-83)