BIREUEN (RA) – Dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Palang Merah Indonesia (MPI) yang digelar di Anjong Mon Mata Banda Aceh Rabu (28/10). Putra asal Bireuen, Murdani Yusuf SE ditetapkan oleh Pengurus PMI Pusat sebagai Ketua PMI Aceh Periode 2020-2025.

Sebelumnya, sempat muncul aspirasi dari peserta Mubes tentang calon ketua yaitu, H Qamaruzzaman Hagny (Ketua PMI Banda Aceh) dan H Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) sebagai calon eksternal yang berasal dari tokoh masyarakat.

Informasi yang dihimpun media ini, Muslub dibuka langsung Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sekira pukul 10.00 WIB dan berakhir sekira pukul 15.00 WIB. Selain itu, sidang dipimpin tiga orang diantaranya, Muhammad Muas (PMI Pusat) merangkap ketua sidang. Erward M Nur (unsur pengurus lama), sebagai sekretaris dan Murdhani Yusuf (pengurus lama) sebagai anggota.

“Pengurus pusat memberi waktu dua minggu bagi ketua terpilih dan tujuh formatur untuk menyusun kepengurusan dan direncanakan akan dilantik Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla,” kata unsur pengurus lama, Erwad M Nur atau akrab disapa Edo.

Diakui Edo, dinamika Muslub tetap ada, terutama saat peserta mencalonkan sejumlah nama calon ketua. Namun, PMI Pusat punya pertimbangan khusus bagi Aceh. Karena itu, menetapkan Murdani Yusuf sebagai ketua dan H Qamaruzzaman Hagny sebagai wakil ketua.

“Penetapan Murdani juga atas pertimbangan untuk mereduksi persaingan tidak sehat di tubuh PMI Aceh. Maklum, sebelumnya PMI Pusat telah membekukan Pengurus PMI Aceh dibawah kepemimpinan Teuku Alaidinsyah. Tapi, ke depan sistem pemilihan terbuka seperti yang diusulkan dan aspirasi teman-teman dari kabupaten dan kota akan menjadi pertimbangan bagi PMI Pusat. Namun, tidak untuk saat ini,” katanya.

Murdhani Yusuf, sebut Edo, dinilai PMI Pusat adalah sosok yang tahu masalah yang terjadi di tubuh PMI Aceh selama ini dan mampu menyelesaikan masalah itu. Karenanya, jika dibuka kompetisi, tentu akan semakin membuka luka lama.

Sementara Ketua MPI Aceh terpilih, Murdani Yusuf SE saat dihubungi Rakyat Aceh via WhatsApp, Kamis (29/10) mengatakan, PMI merupakan wadah organisasi pengabdian kepada masyarakat. Murdani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dalam menjalankan estafek kepemimpinan ini.

“Kami berharap, semoga PMI Aceh kedepannya semakin maju dan responsif terhadap kerja kemanusiaan demi kebahagiaan dan kesejahteraan Rakyat Aceh,” ujarnya. (akh)