Pelaku pembunuhan berinisial N (30) berhasil ditangkap Satreskrim Polres Aceh Tamiang dalam waktu 1x24 jam dengan kondisi pakai handuk di rumahnya, Desa Muka Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Rabu (28/10) malam. FOTO FACEBOOK/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA)– N (30) Pelaku Pembunuhan warga Desa Paya Udang, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang sudah ditangkap Satreskrim Polres Aceh Tamiang Rabu (28/10) tadi malam sekitar pukul 10.00 WIB. Foto pelaku pun langsung viral beredar di medsos facebook.

Sebelumnya N diduga kuat telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Azwar (29) warga Dusun Tanjung Keramat, Desa Paya Udang, Seruway. Korban terkapar di jalan setelah ditikam menggunakan senjata tajam di kawasan Dusun Kenangkung, Desa Muka Sungai Kuruk, Seruway tak jauh dari desa korban pada Selasa (27/10) pukul 16.00 WIB.

Informasi diperoleh Rakyat Aceh, pelaku ditangkap di rumah-nya Desa Muka Sungai Kuruk saat akan mandi malam masih menggunakan handuk. Saat pelaku berhasil diringkus polisi, ramai-ramai orang menggunakan sepeda motor mendatangi rumah pelaku ingin menyaksikan langsung upaya penangkapan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang, AKP Agus Riwayanto membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan tersebut. “Iya sudah ketangkap. Rencana pukul 14.00 WIB kita konferensi pers di Polres ya,” kata Agus singkat.

Dari keterangan yang dihimpun, kronologi pembunuhan bermula pada pukul 16.00 WIB pelaku berangkat dari Desa Paya Udang menuju Pekan Seruway bersama istrinya, Salbiah mengendarai sepeda motor. Ditengah jalan pelaku berpapasan dengan korban, kemudian diteriaki lalu tersangka menghampiri korban dan langsung mengeluarkan senjata tajam parang. Pelaku menyerang korban di bagian dada sebanyak kali bacokan dan seketika itu korban tersungkur ke tanah.

Menurut keterangan warga sekitar, pelaku dan korban merupakan teman dekat pernah tinggal dalam satu kampung di Desa Paya Udang, Seruway. Pascapelaku menikah, dia tinggal di Desa Muka Sungai Kuruk kampung istrinya. “Selama ini pelaku diketahui memang sering membawa senjata tajam,” kata orang kampung itu. (mag-86)