BANDA ACEH (RA) – Anggota DPR Aceh dari Fraksi PNA, Mukhtar Daud alias Geusyik Tar menyampaikan kekecewaannya terkait maraknya judi online di sejumlah warung kopi, melibatkan anak Aceh disaat sekolah tatap muka belum bisa dilakukan.

Geusyik Tar menilai, apabila hal tersebut dibiarkan dapat dipastikan betapa bobroknya mental anak Aceh ke depan, dikarenakan tidak masuk sekolah, namun malah asik bermain game dan judi online.

“Tentang belajar mengajar tatap muka, harus ada keinginan baik dari pemerintah Aceh dan dinas pendidikan untuk mengubah ini. Apa tugas kita? Sementara di pesantren mereka sehat, tidak ada yang covid. Mengapa di sekolah tidak boleh. Itu adalah pembodohan generasi, “Sebutnya saat Rapat Paripurna DPRA, Selasa (27/10)
lalu.

Geusyik Tar juga merasa aneh, saat sekolah belum dibuka, tapi mall dan warung kopi penuh dengan mereka yang umumnya masih berstatus siswa. Padahal anak Aceh atau peserta didik lebih tertib dan terjaga jika mereka berada di sekolah, ternyata itu tidak dilakukan.

“Saya minta agar sekolah dibuka segera. Mohon pak Sekda sampaikan ke pak Plt Gubernur, Corona bukan untuk ditakuti, tapi bagaimana kita bisa mendisiplinkan diri dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar politisi PNA tersebut (mar)