Keluarga pasien menggendong bayi yang baru lahir di tengah jalan Kamis (29/10). (for rakyat aceh)

REDELONG (RA) – Nurjannah Inen Sanjung, seorang ibu hamil, membuat heboh Bener Meriah. Rusaknya jalan membuat Nurjannah terpaksa harus melahirkan di jalan, tepatnya di Jalan Lintas Pondok Baru Samar Kilang Kawasan Jamur Seng Kamis (29/10).

Sumarni (33), warga setempat yang membantu persalinan mengatakan, peristiwa berawal ada yang datang ke rumah ibunya, Siti Maneh (56). Pria tersebut memberitahukan, ada seorang perempuan hendak melahirkan. Ibunya memang dikenal sering membantu persalinan.

Sumarni dan ibunya segera ke lokasi membantu Nurjanah melahirkan. Tak berselang lama, saat proses melahirkan, sekitar 07.00 WIB, seorang bidan dari Kampung Rusip juga datang ke lokasi untuk membantu.

“Bekerja sama dengan bidan, kami membantu proses persalinan. Alhamdulillah ibu dan bayi itu lahir dengan selamat. Bayinya laki-laki,” kata Sumarni.

Bustanil Aripin Bust warga Samar Kilang yang pertama kali menyebarkan kejadian ini menyampaikan, pasien tersebut sudah memiliki gejala melahirkan sejak pukul 02.00 WIB, namun tidak ada sopir ambulan serta bidan di Pukemas Syiah Utama.

Dikatakan Bustanil, saat itu hanya ada perawat di Pukesmas Samar Kilang yang kebetulan merupakan warga Samar Kilang. “Selajutnya setelah pagi rencananya ingin dibawa ke Pondok Baru, namun sesampainya di kawasan Pucuk Uning, ketubannya pecah dan akhirnya melahirkan di tengah jalan,” ungkapnya.

Terkendala Nakes di Puskesmas
Ia menambahkan, pasien tersebut tidak dibantu bidan melainkan seorang ibu pemilik kebun di kawasan tersebut yang membantu melahirkannya. ”Ibu tersebut dibawa mengunakan mobil ambulan Puskesmas Syiah Utama, karena memang mobil ambulan tersebut selalu siap di Samar Kilang hanya saja sopirnya yang tidak berada di tempat,” ujarnya.

Dijelaskan, biasanya siapa saja yang mau mengunakan ambulan Puskemas tersebut harus mencari sopir sebab, supir ambulan tersebut tidak tinggal disana.

Menyikapi permaslahan tersebut Kepala Pukesmas Samar Kilang Ihwan Kepada Rakyat Aceh menyampaikan pihak kelurga sebelumnya berencana melahirkan di Rumah Sakit namun setelah pembukaan pertama pihak keluarga minta untuk dirujuk. Di tengah perjalanan, pasien mengalami konstraksi sehingga terpaksa harus melahirkan di jalan.

Disebutkanya, Puskesmas Syiah Utama saat ini masih kekurangan pegawai dan ia mengaku sudah pernah melayangkan surat kepada Sekda terkait penambahan pegawai yang ditempatkan di Samar Kilang.

Ia menambahkan, hanya ada enam pegawai disana yang terdiri dari Kepala Puskesmas, dokter, TU, staf dan tenaga honorer yang gajinya hanya empat ratus lima puluh ribu rupiah.

Menurutnya, dengan jumlah pegawai seperti itu dan gaji honorer yang sangat minim, tentu tidak dapat memberikan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat disana.

Pun demikian,katanya Puskesmas Syiah Utama selalu aktif beroperasi karena ada dua petugas yang merupakan warga Samar Kilang.“Kita tidak ada membuka puskesmas cabang di pondok baru, memang terkait admistrasi kita kerjakan di pondok baru itupun dirumah,”terang Ikwan.

Ia menambahkan, selama ini pegawai yang ditugaskan disana banyak yang sudah pindah tugas ke tempat lain sehingga hanya tersisa enam pegawai.”Untuk kami berharap agar Pemerintah menambah pegawai di Puskesmas Syiah Utama” harapnya. (uri/min)