BIREUEN (RA) – Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si, membuka secara resmi Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Gampong se-Kabupaten Bireuen tahap ke- II di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Jumat (30/10).

Acara pembukaan ini turut menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMG-PKB) Bireuen Mulyadi, SH, Camat Simpang Mamplam Azhari, Camat Peusangan Siblah Krueng Hendri Maulana dan didampingi Ketua TP PKK kecamatan masing-masing.

Sebelumnya, Bimtek angkatan pertama Minggu (25/10), dibuka langsung istri Plt Gubernur Aceh, Dr Dyah Idawati, MT ditempat yang sama dan juga turut dihadiri Bupati Bireuen, Kepala DPMG-PKB Kabupaten Bireuen, serta Direktur Lapenkapi Bireuen, Dr Cut Khairani, M.Si. Sementara penutupannya dilakukan oleh Istri Bupati Bireuen, Hj Nurjannah Ali, SE, MM.

Berkaitan dengan Bimtek tersebut, Ketua TP-PPK Kabupaten Bireuen, Hj Nurjannah mengapresiasi lima Camat dan Keuchik atas kehadirannya ke Banda Aceh untuk mendampingi ibu-ibu ketua PKK Gampong.

Sementara Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si dihadapan peserta menyebutkan, bahwa ibu PKK memiliki peranan penting dalam mengisi pembangunan. Jika TP-PKK berfungsi, tentu akan dapat berperan mendukung tugas Keuchik dalam membangun desanya masing-masing. Salah satunya menghidupkan program kegiatan PKK gampong yang lebih efektif dalam membangun desa.

Sinergitas program PKK, sebut Muzakkar, sangat terkait dengan program-program lainnya, yang dinilai penting dalam mewujudkan desa yg mandiri dan makmur. Banyak sekali program-program PKK yang mempengaruhi tertipnya administrasi desa ataupun tertipnya PKK itu sendiri. Tentu dalam kebijakan desa peran ibu PKK sangat diperlukan, seperti pencegahan stunting, pencegahan Covid-19, budi daya tanaman rumah tangga, seperti hidroephonic, bordir, dan program program lain.

“Jika ibu PKK berperan dengan baik di gampongnya masi-masing, maka hampir dapat dipastikan ekonomi keluarga dapat tumbuh dengan baik, yang pada akhirnya ekonomi masyarakat Bireuen diyakini akan meningkat pula,” ujar Muzakkar A Gani.

Selain itu, sebut bupati, ibu-ibu PKK harus mampu menghadirkan sajian makanan yang halal dan baik buat kesehatan agar mendapatkan anak yang bersih jiwanya. Karena bersih jasmaniah seseorang bersumber dari makanan yang halal. Sehingga dengan pola asuh makanan dan kesehatan yang baik, akan mendapatkan manusia yang sehat. Ini tentu saja peran dan fungsi dari TP-PKK bersama keuchik.

Perlu diketahui, pelaksanaan Bimtek ibu TP-PKK digagas oleh Lapenkapi Bireuen. Lembaga ini diakui legalitasnya karena terbentuk berdasarkan penelitian dan kajian. Sedangkan pemateri yang dihadirkan merupakan pemateri yang memiliki disiplin ilmu yang erat hubungannya dengan kesejahteraan keluarga, seperti pemateri utama, Dr Dyah Idawati, MT, sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Aceh. Beliau tampil sebagai pemateri utama dan mengupas habis fungsi PKK Desa.

Selain itu, dalam Bimtek ibu PKK hadir pula pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen dan beberapa pemateri dari Aceh lainnya. Sementara pada Bimtek angkatan kedua ini, panitia juga menghadirkan pemateri yang berkualitas sesuai dengan keilmuannya. Tentu saja pemateri tersebut memiliki tanggung jawab secara moral dan secara keilmuannya. Jadi yang disampaikannya itu bukan sekedar informasi, namun sebaliknya menjadi bagian pencerahan untuk para peserta dari kalangan ibu-ibu PKK Gampong. (akh)