Kenang Peran Pers, Mualem Kutuk Kekerasan Terhadap Wartawan

Rapim Partai Aceh di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu 30 Oktober - Minggu 1 November 2020.

Meulaboh – Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dan H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), mengucapkan terima kasih kepada pimpinan media cetak dan siber (online) serta jurnalis yang telah berpartisipasi pada Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Aceh Ban Sigom Aceh (se-Aceh) tanggal 30 Oktober – 1 November 2020 di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Mualem, didampinggi Abu Razak, apa yang telah diwartakan para jurnalis dan media cetak maupun online, baik diawal maupun akhir Rapim PA 2020, merupakan buktinya nyata bahwa peran media pers dan jurnalis, terhadap Partai Aceh, begitu besar dan sangat makna serta strategis. Ini sekaligus sebagai bukti, hubungan harmonis antara Partai Aceh dengan insan pers dan media selama ini telah terjalin dengan sangat baik.

Karena itu, atas nama pimpinan Partai Aceh, saya mengucapkan terima kasih. Semoga kerjasama dan saling pengertian ini dapat terus kita jalin dan bina demi pengawasan pembangunan dan penguatan iklim harmoni politik Aceh di masa depan, kata Mualem melalui Juru Bicara (Jubir) DPA Partai Aceh, Muhammad Saleh, Senin (2/11).

Menurut Mualem seperti disampaikan Shaleh, begitu Jubir PA ini akrab disapa. Peran dan partisipasi media pers dan jurnalis terhadap Partai Aceh selama ini, sangat dirasakan dampaknya bagi perbaikan kinerja partai politik lokal terbesar di Aceh ini. Termasuk di parlemen Aceh, baik di DPRK maupun DPRA.

Tentu, berbagai kritik juga kami jadikan sebagai masukan positif untuk menjalankan berbagai amanah dari rakyat, demi perbaikan sosial, politik, budaya, ekonomi dan pembangunan infrastruktur lainnya di Aceh, kata Mualem.

Memang, semua ini tidak terjadi begitu saja. Peran dan bantuan tersebut sudah dirasakan sejak Aceh masih dilanda konflik bersenjata hingga proses maupun hasil perjanjian damai (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005 silam. Peran media pers dan jurnalis Aceh, nasional maupun internasional begitu besar dan berarti hingga kini, kenang Mualem.

Itu sebabnya, Mualem haqqul yakin, insan pers dan media pers di Aceh maupun nasional,tetap mengedepan azas keseimbangan (cover both side) serta berpijak pada kode etik jurnalistik dalam menyajikan berbagai fakta, data dan peristiwa kepada masyarakat.

Selain itu, Mualem juga mengutuk berbagai tindakan kekerasan seperti teror yang dilakukan pihak tertentu terhadap insan pers dan media pers. Baik di Aceh maupun Indonesia.

Tidak ada satu dalil pun yang membenarkan untuk melakukan tindak kekerasan bagi insan pers dan media pers. Jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan media pers, maka tempuhlah cara-cara yang legal seperti melaporkan ke Dewan Pers. Itu sebabnya, sekali lagi, atas nama pimpinan Partai Aceh saya mengucapkan terima kasih atas kerjsama selama ini, tutup Mualem.(den)