Partai Aceh Usung Mualem Balon di Pilkada 2022

Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh Muzakir Manaf berswafoto bersama petinggi DPA Partai Aceh saat menghadiri Rapat Pimpinan Partai Aceh yang dipusatkan di Hotel Meuligoe Meulaboh, Sabtu (31/10). (denny sartika/rakyat aceh)

MEULABOH (RA) – Seluruh pimpinan, kader dan simpatisan Partai Aceh resmi mengusung Muzakir Manaf sebagai bakal calon Gubernur Aceh di Pilkada tahun 2022.
Keputusan tersebut diputuskan dalam Rapat Pimpinan Partai Aceh yang digelar di Hotel Meuligoe Meulaboh, Minggu (1/11).

Momen Rapim dua hari di hotel Meuligo Kabupaten Aceh Barat, 39 Oktober – 1 November 2020, berhasil mengumpulkan sejumlah tokoh penting di kubu partai lokal Aceh tersebut. Menyatukan komitmen untuk memenangkan partai perjuangan Aceh ini.

Rapim turut dihadir Tuha Peut DPP PA atau Wali Nanggroe Dr. Malik Mahmud, Ketua Umum DPP PA Teuku Muzakir Manaf ( Mualem ), Sekjen DPP PA Abdul Razak, Anggota DPD RI Fakhrul Razi, Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, anggota DPRA dan anggota DPRK Partai Aceh serta Para Bupati-Wakil Bupati dan pimpinan pengurus DPW PA se-Aceh, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dua hari musyawarah, sebanyak 22 poin kesepakatan bersama diputuskan, menjadi referensi untuk segera dilaksanakan secara bertahap. Kesepakatan tersebut antara lain, membentuk Tim Advoksi MoU Helsinki dan UUPA, Penguatan peran Tuha Peut Partai Aceh sebagai Mahkamah Partai dalam penyelesaian konflik internal, merekomendasikan pimpinan agar melakukan restrukturisasi pengurus periode 2018-2023, dan lainnya.

“Tapi dari 22 poin masukan itu, seluruh peserta Rapim tetap fokus meminta adanya tim yang memperjuangkan realisasi butir-butir MoU Helsinki, salah satunya bendera Aceh,” kata Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP-PA) H. Kamaruddin Abubakar.

Ia membenarkan, sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam, masih terdapat beberapa butir menjadi poin kesepakatan bersama yang belum kelar dilaksanakan.

“Yang belum kelar inilah yang menjadi keputusan Rapim harus segera ditindaklanjuti,” ulang SekJen DPP PA.

Selain itu, persiapan Pemilihan Kepada daerah 2022, seluruh pengurus Partai Aceh sepakat untuk mengusung Muzakir Manaf sebagai Calon Gubernur Aceh, dengan mengutamakan pasangan wakil dari kubu Partai Aceh sendiri.

Terkait pengusungan Mualem sebagai calon Gubernur Aceh di Pilkada 2022 mendatang, juru bicara DPA Partai Aceh Muhammad Saleh menyebutkan, seluruh pimpinan, kader dan simpatisan Partai Aceh resmi mengusung Muzakir Manaf sebagai bakal calon Gubernur Aceh di Pilkada tahun 2022.

Menurutnya, penetapan Muzakir Manaf dari partai lokal terbesar di Aceh tersebut merupakan sebuah keputusan final dan dipastikan tidak akan berubah.

Sementara untuk bakal calon wakil yang akan mendampingi Muzakir Manaf di Pilkada Gubernur dan Wakil Aceh Periode 2022-2017 mendatang, kata dia sampai saat ini belum ditentukan.

“Kalau untuk calon wakil gubernur, forum menyarankan dari internal partai,” kata Muhammad Saleh menambahkan.

Menurutnya, keputusan mengusung sendiri dari Partai Aceh bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Aceh tersebut merupakan keputusan yang bersifat final dan mengikat. Partai Aceh juga memastikan tidak akan mengusung kandidat lain dari luar partai untuk bertarung di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut di Aceh.

“Ini paket utuh, bisa jadi wakilnya siapa saja, tapi tetap dari internal Partai Aceh,” katanya menegaskan.

Sementara itu Wali Nanggroe Aceh Dr. Malik Mahmud yang saat ini menjabat sebagai Tuha Peut DPP PA, meminta agar pengurus partai Aceh tetap solid antara satu sama lainnya.
“Saya minta jangan sampai partai Aceh ini pecah dan rusuh, tapi kita harus solid untuk mencapai cita-cita perjuangan bangsa Aceh,” pintanya.

Ketua Umum DPP Partai Aceh Tgk. Muzakir Manaf juga mengingatkan, jika tujuan dari Rapim, selain melakukan konsolidasi dan merajut kekuatan baru dalam pengrekrutan kader, juga harus mampu hadir di tengah-tengah masyarakat dengan semangat juang baru demi kemajuan Rakyat Aceh.

“Saya mengajak seluruh pengurus dan kader Ban sigom Aceh, agar tidak terpecah-pecah dan selalu menjaga kesolidan,” ucapnya.

Menurutnya, Partai Aceh telah beranjak dewasa dalam berpolitik, meski banyak kekurangan dan persoalan yang dihadapi, namun dengan cara saling bahu-membahu dan menjaga kesolidan partai Aceh, pasti kedepannya aja menjadi lebih baik.

“Kita harus kuat dan menjaga persatuan, demi mencapai cita-cita perjuangan, dan kita yakin partai Aceh akan memenangkan pemilihan Eksekutif dan Legislatif yang akan datang,” pungkasnya. (den/min)