Komplotan Pengedar Sabu Antar Propinsi Dijaring

Kasatnarkoba, Iptu Imam Aziz Rachman, STK. SIK saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat terkait penangkapan komplotan peredaran narkoba antar provinsi, Senin (2/11). Rakyat Aceh/Ray Iskandar.

LANGSA (RA) – Razia yang digelar Polres Langsa berhasil menjaring komplotan pengedar sabu antar provinsi, di kawasan Pos Lantas Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, Minggu (1/11), saat hendak ke Lampung.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto, SH.SIK melalui Kasatnarkoba, Iptu Imam Aziz Rachman, STK. SIK, dalam keterangan persnya menyebutkan, tiga tersangka yang dibekuk merupakan warga Aceh Utara, MA, (19), warga Gampong Meunasah Beunot Kecamatan Nisam, MU alias Bayek, (27), warga Gampong Meunasah Beunot Kec. Nisam, dan SD, (43), warga Dsn. Cot Puuk Gp. Babah Buloh Kec. Sawang.

Menurutnya, ketiga tersangka tersebut ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada dua orang laki-laki membawa narkotika jenis sabu dalam jumlah besar akan melewati Kota Langsa.

Mendapat informasi, anggota Sat Resnarkoba Polres Langsa melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.

“Penyelidikan lebih lanjut, diketahui jenis kendaraan ditumpangi kedua tersangka tersebut, bus dari Kota Banda Aceh menuju Kota Medan, selanjutnya akan dibawa ke Kota Lampung,” ujar Kasatnarkoba.

Ditambahkanya, anggota Sat Lantas Polres Langsa melakukan razia di depan Pos Lantas Gp. Simpang Lhee, Kec. Langsa Barat sekira pukul 02:30.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap para penumpang dan barang bawaan, salah satu tas milik tersangka MA ditemukan barang-bukti satu paket besar diduga sabu dibungkus dalam kemasan teh merk Guanyinwang warna hijau seberat 1.060 gram.

Berdasarkan pengakuan tersangka MA, dia membawa sabu tersebut bersama dengan temannya bernama MU alias Bayek yang juga berada di dalam bus, dan turut diamankan.
Kemudian hasil pengakuan dari tersangka MA, satu paket besar sabu tersebut didapatkan dari temannya bernama SD yang berdomisili di Kab. Aceh Utara.

Petugas langsung melakukan pengembangan ke Kabupaten Aceh Utara untuk melakukan pencarian terhadap teman tersangka. Kemudian sekira pukul 10:00, di pinggir jalan Gp. Lagang Kec. Muara Baru Kab. Aceh Utara berhasil ditangkap tersangka SD dan barang-bukti berupa satu unit HP merk Oppo warna putih dan satu unit Sepmor merk Yamaha N-Max.

Menurut pengakuan dari tersangka SD, sabu tersebut didapatkan dari temannya yang berinisial A (DPO) yang berdomisili di luar provinsi Aceh. Selanjutnya ketiga tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Langsa guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.
“Sementara teman tersangka berinisial A (DPO) dalam proses penyelidikan Sat Resnarkoba Polres Langsa.

Ketiga tersangka tersebut dijerat dengan pasal 112 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,” imbuh Kasatnarkoba. (ris/min)

Kasatnarkoba, Iptu Imam Aziz Rachman, STK. SIK saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat terkait penangkapan komplotan peredaran narkoba antar provinsi, Senin (2/11). Rakyat Aceh/Ray Iskandar.