Alue Deah Tengoh Menjadi Desa Tangguh Bencana

BANDA ACEH (RA) – Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh melaksanakan FGD terkait Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) dalam rangkaian Ekpedisi Desa Tangguh Bencana tahun 2020. Acara yang dibuka oleh Manajer Area EDT Banda Aceh, Sabri, S.Sos yang juga Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banda Aceh menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian FGD dari 10 gampong di Kota Banda Aceh. Sebelumnya telah dilaksanakan juga di Lampaseh Aceh, Rukoh, Deah Glumpang, dan Jeulingke dan diharapkan dapat memberikan informasi dan data tentang ketangguhan dan keadaan desa dalam menghadapi bencana, covid-19 dan adaptasi kebiasaan normal. 

Sementara itu Geuchik Alue Deah Teungoh Azri Munaldi, SE dalam sambutannya mengharapkan FGD ini bisa menjawab dan menyelesaikan instrumen yang telah disiapkan oleh BNPB sehingga Gampong Alue Deah Teungoh bisa menjadi salah satu gampong terbaik dalam pelaksanaan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Indonesia. Acara FGD yang dilakukan ini sendiri dihadiri oleh perangkat gampong, tuha peut, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, BPBD Banda Aceh, Pengurus Forum PRB Aceh, Lembaga Riset dan Pelatihan Natural Aceh serta Mahasisw Praktek Magang dari Prodi Pendidikan Matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh.

Zainal Abidin Suarja selaku Fasilitator Daerah Kota Banda Aceh, didampingi oleh Romi dan Fira selaku fasilitator desa.

Zainal menyebutkan, bahwa Ekspedisi Destana Tsunami Sumatera 2020 merupakan kegiatan penilaian ketangguhan desa/kelurahan di kawasan rawan bencana tsunami pantai barat Sumatera.

 “Inti dari kegiatan ini yakni menilai kesiapan suatu desa/kelurahan dalam menghadapi bencana tsunami dan sekaligus memulihkan diri dari dampaknya. Pemberian nilai tersebut menggunakan ukuran-ukuran (indikator) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 8357:2017, tentang Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana,” jelasnya.

Menghadapi pandemi Covid-19, penilaian ketangguhan ini diperluas hingga penilaian tingkat risiko

Covid-19 dan penerapan protokol normal baru. Penilaian tingkat risiko Covid-19 mengacu pada

Surat Edaran Menteri Desa PDTT Nomor 8 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Desa

Tanggap Covid-19. Penerapan protokol normal baru mengacu pada Surat Keputusan Kemendesa

PDTT  Nomor 63 Tahun 2020. Perluasan penilaian ini untuk mengukur tingkat keberhasilan

perwujudan masyarakat desa yang produktif dan aman dari penularan COVID-19, meningkatkan

dukungan pemerintah desa dan segenap elemen masyarakat desa dalam pencegahan penularan

COVID-19 serta menciptakan tata kelola desa dalam pencegahan penularan COVID-19 melalui

adaptasi pola hidup bermasyarakat dalam tatanan normal baru.

“Hasil-hasil penilaian ini akan diolah menjadi rekomendasi kepada para pihak agar dapat berperan meningkatkan ketangguhan Alue Deah Teungoh dengan kegiatan yang lebih tepat guna dan terhindar dari tumpang tindih, kami sangat mengapresiasi seluruh perangkat gampong dan stakeholder terutama Geuchik dan jajarannya yang luar biasa prokatif dan mendukung program ini termasuk pelaksanaan penelitian dan penilaian yang mengikuti dan mempedomani protokol kesehatan, semoga ini menjadi contoh baru bagaimana kolaborasi antar pihak dalam adaptasi kebiasaan baru dapat dijalankan dari tingkat Gampong,” ujarnya. (rus)