Bireuen (RA) – Mahasiswa FKIP Penjas UNIKI sangat antusias mengikuti kegiatan pengenalan olahraga Petanque yang diadakan di halaman Gedung Olahraga (GOR) Geulumpang Payong Bireuen, Rabu (4/10).

Kegiatan pengenalan olahraga ini dilakukan untuk memperkenalkan olahraga Petanque yang merupakan termasuk olahraga baru di Aceh.

Olahraga ini masuk ke Aceh tahun 2015 lalu masuk ke Bireuen tahun 2017 dan sudah dibentuk Pengurus Cabangnya tapi belum begitu berkembang di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pada umumnya.

Jurusan Penjaskes di Kampus UNIKI merupakan Jurusan baru yang berdiri pada tahun 2019 lalu dan mahasiwanya tersebut memang belum pernah tau atau mendengan tentang olahraga Petanque tersebut.

Jasrul Anas, S. Pd., M.Pd, selaku Ketua Jurusan Penjaskes UNIKI mengatakan, dirinya sangat berharap cabang olahraga ini bisa berkembang di kampus UNIKI dan Bireuen pada umumnya.

“Di Bireuen kita punya satu atlet yang sudah profesional, jadi bersamanya kita berusaha mengembangkan olahraga ini untuk meningkatkan prestasi Kabupaten Bireuen di bidang Olahraga”.

Ziaul Fahmi merupakan satu-satunya Atlet Petanque asal Bireuen yang sudah mengikuti berbagai Even Olahraga Petanque di Indonesia mulai dari tingkat Daerah, Nasional, hingga ke taraf Internasional.

“Saya mengundang Ziaul Fahmi untuk membantu saya memperkenalkan olahraga Petanque kepada mahasiswa/i Fkip Penjaskes UNIKI, Ziaul sudah profesional dalam olahraga ini dan beliau juga alumni FKIP Penjaskesrek Unsyiah”.

Setelah pengenalan itu berakhir, Pak Jasrul berencana akan membangun lapangan Petanque di komplek kampus UNIKI untuk melanjutkan olahraga ini ke tahap pembinaan.

Lapangan yang berukuran 4 x 15 meter ini akan segera dibangun di komplek kampus UNIKI, mengingat tidak membutuhkan biaya yang besar dan halaman yang luas maka ini akan sangat mudah untuk dilakukan.

“Secepatnya kita akan membangun lapangan ini, karna saya melihat mahasiswa banyak yang suka dan bertanya tanya dimana mereka bisa latihan”.

“Menyangkut perlengkapan olahrga tersebut pun akan segera kita lakukan pengadaan, dan untuk saat ini kita masih gunakan milik pribadinya Ziaul Fahmi,” (imj)