Gampong Jawa Harus Buktikan Destana

BANDA ACEH (RA)  – Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, harus membuktikan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Tangguh di sini tidak hanya menghadapi gempa, tsunami akan tetapi termasuk ketangguhan dalam menjalankan ibadah.

“Bagi saya tangguh itu tidak hanya dari fisik maupun dari bencana alam akan tapi juga tangguh dalam melaksanakan ibadah sehari hari, ketangguhan semua lini,” ujar Keuchik Gampong Jawa, Mukhlis, dalam sambutan pada Focus Grup Discution Penilaian Ketangguhan Desa (FGD PKD), Kamis (5/11).

Mukhlis menyampaikan, pertemuan itu tidak hanya dalam program ekspedisi desa tangguh bencana namun memperat silaturrahmi antara perangkat desa gampong jawa dan BPBD Kota Banda Aceh.

“Pertemuan ini ada satu perkara, kita duduk bersama dengan pikiran jernih dalam memberikan solusi,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebagai pemimpin di Gampong Jawa, sangat mendukung setiap program yang dilaksanakan oleh fasda, fasdes, BPBD maupun BNPB.

“Setiap program yang dijalankan di Gampong Jawa, kami siap mendukung,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan berbuat sebanyak banyaknya tentu ada hikmahnya demi kemaslahatan masyarakat maupun warga khususnya di Gampong Jawa.

Ia berharap, dengan adanya fasilator desa, fasilitator daerah maupun tim ahli dalam bidang ketangguhan dapat mentransfer ilmunya ke Gampong Jawa.

Sementara itu, Manager Areal Ekpedisi Desa Tangguh Bencana Kota Banda Aceh, Sabri, menyampaikan, saling mendukung antara lainnya baik fasdes fasda maupun perangkat desa dalam menyukseskan sebagai desa tangguh bencana.

Dikatakan, fasdes dan fasda sebagai orang yang melakukan pendampingan supaya apa yang diinginkan sebagai Desa tangguh bencana bisa diwujudkan.

“Fasdes, dan fasda untuk sama sama bekerja demi desa dan penilaiannya ada di pusat (BNPB),” jelas Sabri yang juga Kabid Persiapan dan Ketangguhan BPBD Kota Banda Aceh.

Sabri menambahkan, ekpedisi destana ada 3 provinsi, yaitu Padang, Sumut dan Aceh. Di Aceh ada 7 Kabupaten/Kota, dan di Kota Banda Aceh terpilih 10 gampong.

“Sepuluh gampong ini yang dekat dengan pantai,” beber Sabri.

Fasda Kota Banda Aceh, untuk wilayah Gampong Jawa, Tari, menyampaikan, dalam pertemuan di FGD sudah dibagikan quesioner kepada hadirin yang hadir. Sehingga bisa dipelajari tentang kesiapsiagaan desa yang harus dijawab.

“Memank pertemuan kita persingkat untuk menjawab quesioner, sebab soalnya ada 112, tidak sedikit. Jadi, kita bisa serahkan ke perangkat desa mengisinya,” kata Tari.

Ia berharap, quesioner tersebut dapat diisi jangan sampai dari tanggal 9 November, sebab akan diverifikasi kembali dan dikirim ke pusat.

Program ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk tahun 2020, oleh Badan Nasional Pengurangan Bencana (BNPB), memilih 10 gampong di Kota Banda Aceh salah satunya Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja. (rus)