Pelantikan Nova Iriansyah Sebagai Gubernur Aceh Definitif Undangan Dibatasi dan Waktunya Dipersingkat

Para komandan satuan mengikuti upacara pengamanan pelantikan Gubernur Aceh, Rabu (4/11). IST/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Prosesi pelantikan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh definitif oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), hari ini Kamis (5/11) mengutamakan protokol kesehatan COVID-19, karena itu undangan dibatasi.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T Ahmad Dadek, di sela-sela pelaksanaan gladi bersih pelantikan Gubernur Aceh, di ruang sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu (4/11).

“Tidak seperti biasa, karena kita masih berada dalam situasi pandemi. Jadi, prosesi pelantikan besok akan berlangsung dengan sejumlah pembatasan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Dadek.

Ahmad Dadek menjelaskan, pada saat pelantikan besok, jumlah hadirin di ruang rapat paripurna DPRA akan sangat dibatasi.

“Saat pelantikan, selain ketua dan anggota DPRA, dalam ruang rapat paripurna hanya akan diisi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para undangan VIP serta anggota keluarga Pak Gubernur. Sedangkan para bupati dan wali kota akan mengikuti prosesi pelantikan via konferensi video,” sambung Dadek.

Mantan Kepala BPBA itu menambahkan, karena suasana pandemi, prosesi pelantikan juga mengalami beberapa penyesuaian.

“Selain pembatasan jumlah tamu, waktu pelantikan juga akan dipersingkat. Nantinya, Pak Mendagri hanya akan menyerahkan SK pelantikan. Sedangkat pangkat dan tanda jabatan sudah terpasang, tidak dipasangkan seperti biasanya,” sambung Dadek.

Semantara itu, Suhaimi selaku Sekretaris DPRA menjelaskan, bahwa ruang rapat paripurna DPRA hanya akan diisi sekitar 25 persen saja.

“Ruang rapat paripurna hanya akan diisi oleh 25 persen dari kapasitas biasanya. Jika ditotal dengan jumlah anggota DPRA, maka hanya akan ada 129 orang saja di dalam ruangan. Dalam undangan yang disebar oleh Sekwan juga telah disampaikan, agar para tamu undangan mematuhi protokol kesehatan,” kata Suhaimi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekwan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak hadir ke DPRA saat pelantikan berlangsung.

“Kami menyadari acara besok adalah sebuah hajatan besar. Namun, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak hadir ke lokasi pelantikan. Jika masyarakat ingin melihat prosesi pelantikan, pihak Humas dan Protokol Pemerintah Aceh akan mempersiapkan video streaming. Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat untuk kesuksesan acara besok. Mari kita buktikan bahwa Aceh mampu menjadi contoh sukses prosesi pelantikan yang tertib dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Suhaimi.

Polda Aceh Libatkan 521 Personel Pengamanan
Sebanyak 521 personel Polda Aceh diturunkan untuk mengamankan pelantikan Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyag MT oleh Mendagri pada Kamis (5/11) hari ini di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono SIK MSi menyebutkan, ratusan personel Polda Aceh yang diterjunkan itu mengamankan prosesi pelantikan Gubernur Aceh mulai pengaman penjemputan Mendagri Tito Karnavian bersama rombongan di Bandara SIM, Aceh Besar kemarin Rabu (4/11) hingga penginapan di Banda Aceh.

Kemudian, hari ini personel Polda Aceh yang terlibat pengamanan itu langsung bertugas sesuai ring pengamanan masing-masing yang telah ditentukan.

Selama prosesi pengamanan pelantikan Gubernur Aceh tersebut, 521 personel Polda Aceh dari sejumlah kesatuan itu bertugas diantaranya mengamankan arus lalu lintas, tempat penginapan dan kegiatan Mendagri bersama rombongan hingga kegiatan pelantikan Gubernur Aceh berlangsung sukses dan lancar.

“Kondisi Provinsi Aceh menjelang pelantikan Gubernur Aceh besok (hari ini) dalam keadaan aman dan kondusif,” sebut Ery. (bai/min)