Jalan Rusak Parah Hampir 20 Tahun, Tokoh Masyarakat Temui Bupati Bireuen

BIREUEN (RA) – Sejumlah tokoh masyarakat desa dalam Kemukiman Paloh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menemui Bupati Bireuen di ruang kerjanya untuk menyampaikan beberapa tuntutan masyarakat beberapa hari lalu.
Pertemuan yang di mediasi oleh Maimun Mirdaz ini berkaitan dengan tuntutan masyarakat yang berharap dibangunnya jalan aspal Hot Mix sepanjang tiga kilometer yang menghubungkan antara Gampong Blang Rheum-Gampong Paloh Panyang, dan Gampong Kuta Meuligo-Gampong Seuneboek Lhong.
Tokoh masyarakat yang menghadap Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si, dipimpin Kepala Mukim Paloh Anwar Thaleb, didampingi Keuchiek Desa Seuneubok Lhong Sudirman Ismail, Keuchiek Desa Kuta Meuligoe Zubir Murni, Keuchiek Desa Blang Rheum Edi M Nur, dan Sekdes Desa Paloh Panyang M Nazar.
Pada kesempatan tersebut, mereka mengharapkan perhatian Pemkab Bireuen untuk segera memperbaiki kerusakan jalan di Kemukiman Paloh yang memang sudah lama menantikan adanya perobahan di desa, terutama Infrastruktur jalan yang memang menjadi keharusan bagi Pemkab Bireuen untuk membangunnya. Diharapkan kelak pembangunan dilakukan juga sampai ke daerah terpencil.
Hasil audiensi tersebut, Bupati Bireuen menampung kaluhan yang disampaikan tokoh masyarakat desa dari empat gampong Kemukiman Paloh. Pemkab menginginkan masyarakat Bireuen supaya tidak perlu resah dan beliau akan berupaya agar jalan tersebut bisa dibangun segera mungkin.
“Tentu saja pembangunan itu harus disesuaikan dengan kemampuan Pemkab Bireuen. Kami sangat menghargai dan akan berupaya memenuhi keinginan masyarakat untuk di bangun jalan aspal hot mix untuk kelancaran sektor perhubungan bagi masyarakat banyak,” ujar Muzakkar.
Kepala Mukim Paloh, Anwar Thaleb dengan terbata-bata mengatakan kesedihan yang mendalam kepada Muzakkar. Hampir 20 tahun lamanya jalan yang menghubungkan Blang Rheum dengan Seuneubok Lhong luput dari perhatian. Karena itu, pihaknya sepakat mengadukan kondisi jalan saat ini.
“Kami sangat bangga karena keluhan masyarakat ditampung oleh Bupati Muzakkar, sehingga kami meyakini bahwa Pemkab akan membangun jalan tersebut. Sekarang ini, sepanjang 3 Km jalan dalam keadaan rusak, padahal setiap tahunnya ada dibahas dalam Musrembang Kecamatan, namun pada kenyataannya dialihkan ke tempat lain. Jikapun dibangun 1,5 Km saja, kami sudah sangat bersyukur,” sebut Anwar Thaleb.
Sementara itu, Keuchiek Desa Seunebuk Lhong, Sudirman Ismail didampingi Maimun Mirdaz kepada Rakyat Aceh, Jumat (6/11) mengatakan, masyarakat sangat berharap jalan Seuneubok Lhong bisa terbangun secepatnya di bawak kepemimpinan Bupati Bireuen H Muzakkar A Gani, setelah terlupakan dari perhatian pemimpin-pemimpin sebelumnya.
Apalagi jalan tersebut sangat urgen bagi masyarakat yang melintasi jalan itu. Terutama anak-anak sekolah, para petani dan warga setempat yang sewaktu musim hujan sangat sulit melintasinya.
“Dengan adanya itikad baik dari Pemkab Bireuen yang mengatakan akan berusaha menggarap jalan tersebut, kami mewakili masyarakat sangat senang dan berterima kasih kepada Muzakkar, ternyata beliau sangat peduli kepada masyarakat setempat,” kata Sudirman Ismail.
Disebutkan, Desa Seunebok Lhong memiliki potensi di bidang pertanian, perkebunan dan desa penghasil komuditi pisang terbesar di Kabupaten Bireuen. Selain itu, komuditi lainnya juga begitu melimpah di desa tersebut, seperti jagung dan sayur-sayuran.
Masyarakat juga menginginkan Bupati Bireuen agar berkunjung ke desa tersebut untuk membuktikan kebenaran informasi yang telah disampaikan menyangkut kerusakan jalan yang sangat parah di Desa Seuneubok Lhong. Sekaligus mengundang orang nomor satu di Bireuen itu untuk melaunchingkan BUMG desa setempat pertengahan bulan ini.
Bupati berjanji akan datang ke desa tersebut dalam kunjungan kerjanya, sekaligus untuk mengetahui dan memastikan tingkat kemajuan pembangunan selama kepemimpinannya. (akh)