Sopir Ngantuk, Mopen Seruduk PickUp- 8 Korban Luka-luka

Kondisi mopen Inova yang terlibat kecelakaan lalulintas, di Dusun Bukit Guru, Gampong Aramiyah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Sabtu (7/11). (bahtira/rakyat aceh)

LANGSA (RA) – Diduga sopir mengantuk saat mengemudi, satu unit mobil penumpang (Mopen) menyeruduk mobil barang jenis Pick Up di jalan Medan-Banda Aceh, persisnya di Dusun Bukit Guru, Gampong Aramiyah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Sabtu (7/11).

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun mengakibatkan 8 orang, sopir dan penumpang, kedua mobil mengalami luka-luka. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani Satuan Polisi Lalulintas Polres Langsa.

Kapolres Langsa, AKBP. Agung Kanigoro Nusantoro SH. S.I.K. MH melalui Kasatlantas AKP Hendra Marlan dalam konfirmasinya kepada Rakyat Aceh, Minggu (8/11) mengatakan, kecelakaan lalulintas antara mobil penumpang Inova dengan Pick Up Grand Max tersebut, terjadi pada Sabtu pagi sekira pukul 06.30 Wib.

Dijelaskannya, kecelakaan tersebut berawal saat mopen Kijang Inova BL 1479 LN yang dikemudikan Akmal (39) melaju dari arah Banda Aceh menuju Kota Langsa dengan kecepatan tinggi.

Sementara pada saat bersamaan dari arah berlawanan juga melaju satu unit mobil barang Daihatsu Grand Max BK 8352 NE yang dikemudikan Eriadi (37), juga dengan kecepatan tinggi.

“Saat tiba di lokasi, sopir mopen Inova mengantuk dan menyebabkan laju mobil oleng ke kanan jalan. Mopen langsung menyeruduk mobil barang Grand Max dari arah berlawanan dan menyebabkan kedua kendaraan rusak parah,” sebut Hendra.

Lanjutnya, untung semua penumpang mopen Inova dan sopir Grand Max selamat dan hanya mengalami luka ringan. Namun demikian beberapa korban tetap harus menjalani perawatan di RSUD Langsa akibat benturan kecelakaan dimaksud.

“Yang menjadi korban kecelakaan lalulintas ini masing-masing, sopir Inova Akmal (39) warga Banda Aceh, penumpangnya yaitu Ainun Mardiah (34) warga Banda Aceh, Suryani (56) warga Aceh Besar, Renny (21) warga Aceh Besar, Masidah (58) warga Aceh Besar, Nuraini (66) warga Aceh Besar dan Mujiburrahman (5), serta sopir Pick Up Eriadi (37) warga Gajah Mentah, Sungai Raya, Aceh Timur,” demikian Hendra. (dai/min)