Termasuk Aceh, Pendistribusian BST Wilayah Terluar Optimistis Sesuai Target

Harianrakyataceh.com, Jakarta – Kepala Regional 1 PT Pos Indonesia, Kiagus Muhammad Amran, menyampaikan, saat ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) tahap 8. Penyaluranya didahulukan untuk wilayah klaster 3, atau daerah terluar.

“BST tahap 8 dan 9, terlebih dahulu kita akan salurkan ke wilayah terluar di Sumut dan Aceh seperti Nias, dan Kepulauan yang ada di Samudera Hindia,” kata Amran, dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11).

Ia menjelaskan, realisasi penyaluran BST tahap 8 dimulai pada awal November ini dan berlanjut ke tahap 9 pada Desember nanti. Untuk BST tahap 9, nilai bantuan bagi masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp300 ribu yang sudah berjalan sejak Juli lalu.

Arman optimistis pihaknya bisa menyalurkan BST untuk wilayah Sumut dan Aceh akan berjalan sesuai target yang dipatok pemerintah. Menurutnya, ini berdasarkan hasil evaluasi penyaluran BST tahap sebelumnya.

“Kami mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperbanyak titik layanan, memperpanjang jam layanan, serta memperluas kerja sama komunitas di daerah dan juga melibatkan aparat desa,” katanya saat mendampingi Mensos Juliari P. Batubara meninjau penyerahan BST di Kelurahan Bandar, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Sementara itu, Juliari mengatakan, pemerintah masih memberikan stimulus untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19. Stimulus tersebut mulai dari survival mode hingga recovery mode. Dengan akses bantuan yang luas dan terbuka, diharapkan penanganan efektif dapat dipercepat sehingga ekonomi nasional dapat terhindar dari krisis.

Menurutnya, BST merupakan bantuan kepada masyarakat kurang mampu untuk mengatasi krisis sosial ekonomi pada masa pandemi ini. BST melalui Kemensos merupakan salah satu cara pemerintah dan negara hadir melindungi serta memberi rasa aman.

“Saya meneruskan salam Bapak Presiden kepada masyarakat di Sumatera Utara. Saya hadir ke berbagai kota di Tanah Air, termasuk Sumatera Utara, untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah pandemi,” ujarnya.

Juliari juga menyampaikan bahwa pemerintah masih menggulirkan bantuan dalam menangani dampak covid-19, baik dari aspek kesehatan, perlindungan sosial maupun penguatan perekonomian. Ini untuk memastikan masyarakat mendapat bantuan di tengah masa sulit akibat pandemi.

Kabupaten Simalungun merupakan kabupaten dengan serapan dana BST tertinggi dan tercepat di Sumut. Kelancaran penyerapan ini berkat dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah (Pemda).

“Kemensos yang bertugas di bidang perlindungan sosial, segera melakukan refocussing program dan realokasi anggaran dan selanjutnya menyalurkan berbagai Bansos untuk masyarakat terdampak pandemi, ” katanya.

Terkait penyaluran BST di daerah, PT Pos Indonesia mengambil peran penting dalam realisasi program jaring pengaman sosial pemerintah. Kecepatan dan ketepatan dalam penyaluran bantuan akan sangat bermanfaat bagi KPM terdampak pandemi Covid-19 dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan warga. (ril/rif)