Harianrakyataceh.com – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita harus mulai bekerja keras lagi kemarin (12/11). Bersama institusi yang dia pimpin, Lukita harus kembali lagi memulai seluruh proses perizinan kompetisi yang rencananya diputar Februari tahun depan.

Dia kembali berkeliling ke berbagai stakeholder dan pihak-pihak yang berkepentingan. ’’Kami sudah kirimkan draf soal kompetisi lagi kepada kepolisian. Kami akan lakukan pendekatan lagi kepada otoritas keamanan,’’ tuturnya.

Lukita mengaku harus melakukan hal tersebut. Sebab, sampai saat ini tidak ada penjelasan secara gamblang mengenai apa yang membuat kepolisian tidak memberikan izin keramaian.

Dia menyatakan bakal menerangkan lagi mengenai kesiapan kompetisi yang bakal diputar Februari mendatang. Juga soal aspek bisnisnya. ’’Bisnis yang baik adalah yang ada kepastian. Kelanjutan kompetisi ini sulit kami jawab karena kepastiannya bukan pada kami. Tapi pada kepolisian,’’ jelasnya.

Pendekatan intens akan dilakukan di Mabes Polri. Pria asli Bandung itu mengungkapkan, berkaca pada pengalaman sebelumnya, LIB sebenarnya sudah melakukan serangkaian pendekatan kepada kepolisian di daerah.

’’Daerah sih prinsipnya sudah ngasih izin. Tapi semua itu tetap tergantung pusat. Jadi, kami mencoba lagi pendekatan tambahan mulai dari nol,’’ paparnya.

Selain intens di Mabes Polri, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada sponsor. Sebab, sponsor juga harus tahu kondisi dan situasi yang ada. Kontrak yang berlaku serta risiko di dalamnya harus diminimalkan sedemikian rupa agar kompetisi bisa berjalan baik.

Itu juga yang membuat LIB terpaksa membayar subsidi kompensasi penundaan Rp 200 juta kepada klub Liga 1 untuk Oktober 2020 hingga Januari 2021 pada Februari tahun depan.

Dia menuturkan, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, semuanya sulit. Tapi, pihaknya tetap mencoba agar subsidi kompensasi penundaan itu bisa dibayar secepatnya.

’’Sponsor juga tidak semua berkontribusi di awal. Ada yang bayar pas pertandingan. Sekarang tidak ada pertandingan, ya tidak dibayar,’’ terangnya.

Justru, bergulirrnya kompetisi pada Februari mendatang bisa membuat kompetisi mendapatkan dana tambahan. LIB sedang mengusahakan untuk mencari sponsor tambahan saat ini. ’’Kami bisa create bisnis lagi,’’ ungkapnya.

Selain itu, pendekatan terakhir yang dilakukannya adalah kepada suporter. Lukita menyebut saat ini pendekatan itu sudah berjalan. ’’(Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI) Budiman Dalimunthe sudah melakukan kampanye itu. Kami kampanye lebih keras lagi soal perdamaian suporter. Kami ingin meyakinkan kepolisian bahwa LIB dan PSSI sudah mengupayakan itu,’’ ungkapnya.

Dia berharap Februari tahun depan kompetisi bisa jalan lagi. ’’Ini harus berjalan semuanya. Saya sedih dengan kondisi sekarang. Klub, pemain, semuanya terkena dampak. Kami tahu kontribusi kecil, tapi kami terus berusaha agar ini segera berjalan semuanya,’’ ucapnya. (JPG)