ACEH BESAR (RA) – Loka Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (LRSAMPK) Darussa’adah di Aceh mendapatkan kunjungan kerja langsung oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat dan Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Dir RSKP NAPZA), Victorious Siahaan beserta jajarannya, Sabtu (14/11).  

Kedatangan Harry Hikmat dibuka secara simbolis dengan penanaman pohon bersama dilanjutkan dengan berkeliling untuk melihat sarana-prasarana di LRSAMPK Darussa‘adah di Aceh.

Selanjutnya Harry Hikmat berdialog dengan salah seorang penerima manfaat berinisial HR yang merupakan korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif (Napza).

“Ayah saya masuk penjara, ibu juga. Adik saya sudah tidak ada,” ungkap haru HR, dengan penuh empati dan kasih sayang Harry Hikmat memeluk HR yang sedih.

“Doakan ayah, doakan ibu di penjara agar sehat”, tutur Harry Hikmat. Acara dilanjutkan dengan pengarahan langsung oleh Harry Hikmat untuk penguatan program ATENSI

Harry menjelaskan bahwa setiap balai dan loka diharapkan punya youth center atau children center.

“Loka dengan klaster AMPK ini memberikan penanganan dan tanggung jawab pada 15 kategori yang itu semua tidak ringan. Sehingga perlu ditingkatkan kualitas dan pelayanan,” kata Harry Hikmat.

Dirinya juga menegaskan tidak boleh membuat hubungan patron klien atau PM dengan lembaga lain dalam MoU. Tapi buat hubungan kemitraan.

Loka ini rumahnya semua pemberi perlindungan sosial di Aceh, siapkan sekretariat bersama untuk tempat yang menunjang kepentingan mereka”, jelas Harry Hikmat.

Kepala LRSAMPK Darussa’adah, Darmanto, menambahkan bahwa lembaga tengah berproses mempersiapkan sekretariat bersama yang ke depan akan difungsikan sebagai sekretariat pegawai loka dan sakti peksos sebagai sarana pengembangan pelayanan rehabilitasi sosial. (ra)