Penelitian Ungkap Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Pada Obesitas

ILUSTRASI. Di tengah perjuangan mendapatkan vaksin Covid-19, sebuah studi menunjukkan penemuan yang mengejutkan. Dikatakan vaksin bisa tidak efektif pada orang obesitas. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Harianrakyataceh.com – Obesitas merupakan salah satu kelompok rentan atau komorbid terpapar Covid-19. Baru-baru ini, di tengah perjuangan para peneliti mendapatkan vaksin Covid-19, justru studi menunjukkan penemuan yang mengejutkan. Dikatakan vaksin Covid-19 mungkin tidak efektif pada orang gemuk atau obesitas.

Orang gemuk yang terinfeksi Covid-19 hampir 50 persen lebih mungkin meninggal. “Vaksin potensial apa pun mungkin tidak efektif (pada obesitas, Red),” kata para peneliti tim dari University of North Carolina (UNC), seperti dilansir dari diabetes.co.uk, Minggu (15/11).

Tim tersebut mendesak para peneliti yang sedang mengerjakan vaksin untuk memastikan mereka melakukan uji klinis pada orang gemuk. Sehingga bisa memastikan mereka dapat menyempurnakan pengobatan. Penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal Obesity Review.

Studi yang baru diterbitkan menggunakan data virus Korona dari seluruh dunia, seluruh dunia diminta mengambil tindakan segera guna mengatasi masalah obesitas. AS dan Inggris memiliki tingkat obesitas tertinggi di dunia.

Menurut angka pemerintah Amerika, lebih dari 40 persen warga AS mengalami obesitas. Sedangkann di Inggris, kondisi tersebut berdampak pada 27 persen orang dewasa.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of North Carolina (UNC), menemukan bahwa obesitas memengaruhi keparahan virus pembunuh dalam segala hal. Angka mereka menunjukkan ada 113 persnb risiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit, 74 persen kemungkinan berakhir di perawatan intensif dan risiko kematian adalah 48 persen.

“Itu efek yang cukup besar bagi saya. Ini pada dasarnya adalah peningkatan 50 persen. Itu angka menakutkan yang cukup tinggi. Semuanya sebenarnya, jauh lebih tinggi dari yang pernah saya duga,” kata peneliti dari departemen nutrisi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Gillings Global UNC, Penulis utama Profesor Barry Popkin.

Berbicara kepada surat kabar Guardian tentang tingginya angka persentase kematian dan masuk rumah sakit sangat mengejutkan. Rekan penulis studi tersebut, Profesor Melinda Beck, menambahkan individu dengan obesitas juga lebih mungkin mengalami penyakit fisik yang membuat melawan penyakitnya lebih sulit. Misalnya sleep apnea (gangguan tidur) yang meningkatkan hipertensi pulmonal. Obesitas memicu kondisi keparahan pasien Covid-19.

“Kami tahu vaksin Covid-19 akan berdampak positif pada orang gemuk, tapi kami menduga dari semua pengetahuan kami dari tes vaksin Sars dan vaksin flu, manfaatnya akan berkurang dibandingkan dengan yang lain,” tegasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani