Proyek Rp 2,2 Miliar Dinilai Usik Aktivitas Belajar

Rakyat Aceh

SIGLI (RA)- Dampak pembangunan ruang belajar berlantai dua SD Negeri 1 Sigli, dinilai menggangu aktivitas belajar murid sekolah bersangkutan. Proyek revitalisasi ini bersumber dari dana Doka senilai Rp 2,3 milyar lebih,ditargetkan rampung pekerjaannya selama 100 hari, atau deadline 30 Desember 2020.

Kehadiran proyek revitalisasi sekolah tersebut sempat menuai kritik baik dari orang tua murid SDN 1 Sigli. Pihak rekanan kontraktor baru memasang pagar pengaman dari bangunan seng, setelah didesak oleh Kepala Sekolah (Kasek) SDN Nomor 1 Sigli, Rahmawati. Itupun, tidak semua lokasi pembangunan yang dipasang pagar pengaman.

Tidak dibangun pagar pengaman secara menyeluruh ini menuai protes, sebab dinilai kalangan orang tua murid mengganggu proses belajar, termasuk disaat peralatan mesin pengaduk semen beraktivitas, menimbulkan kebisingan saat jam belajar, serta tumpukan bahan material.

“Kita berharap, pihak rekanan kontraktor memahami kondisi ini, termasuk kalangan pendidik untuk memberikan pengawasan ketat buat siswanya,” sebut salah satu orang tua murid, yang tidak ingin disebut namanya.

Dijaga Ketat
Kepala Sekolah SDN Sigli, Rahmawati saat ditanyai Rakyat Aceh, Sabtu (14/11) sore di ruang kerjanya menyebutkan, pihaknya memperketat pengawasan bagi seluruh anak didiknya, agar tidak bermain dilokasi proyek, baik saat datang ke sekolah maupun waktu jam istirahat (pose).

“Kita sudah menyampaikan kondisi ini kepada 520 murid di sini, baik mereka yang masih duduk di Kelas I maupun Kelas VI. Peringatan ini, kami lakukan setiap saat jam masuk dan jam istirahat”, sebut Rahmawati.

Diakuinya, sebelumnya pihak rekanan kontraktor tidak memasang pagar pengaman, sehingga membuat pihaknya cemas. Ia menyebutkan, dengan dibangunnya ruang belajar berlantai dua di sekolah itu, maka jumlah lokal belajar keseluruhan menjadi 17 ruang belajar mengajar. Sehingga, nantinya masalah menggunakan belajar mengajar secara paralel ABC akan teratasi.

Terkait kebisingan mesin pengaduk semen, serta debu saat aktivitas proyek sedang berlangsung, turut menganggu proses belajar mengajar, Menurutnya, kebisingan yang ditimbulkan dari suara mesin pengaduk semen, tepat pada saat jam belajar, sulit diatasi, karena lokasi proyek berada dalam komplek sekolah.

“Jika suara bising dari mesin pengaduk semen itu sulit untuk diredam, sedangkan polusi debu yang berdampak kepada siswa dan tenaga didik, kita sudah meminta pihak rekanan kontraktor untuk meminimalisirnya,” jelasnya

Untuk diketahui, proyek revitalisasi SDN 1 Siglibersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Kabupaten Pidie, tahun anggaran 2020, senilai Rp 2, 231.500.000.00 miliar, dikerjakan oleh perusahaan CV Tsaraya, beralamat Dusun Tanjung, Peureulak, Aceh Timur. (mag-85/icm)