Rumah Penjaga Ternak di Mesidah Dibakar OTK

Rumah Jaga Perueren paska terbakar di kawasan Uber-uber Kamopung Simpur kecamatan Mesidah Minggu (15/11).MASHURI | RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Rumah penjaga ternak di Peruweren Blang Paku Kampung Simpor Kecamatan Mesidah, hangus jadi arang, diduga sengaja dibakar orang tak dikenal (OTK), Sabtu (15/11) pagi.

Camat Mesidah Syamsudin Kepada Rakyat Aceh Minggu (15/11) menyampaikan, pihaknya bersama Forkopimcam Mesidah sudah turun ke lokasi meninjau langsung rumah jaga yang diduga sengaja dibakar OTK.

Pihaknya juga menduga, pembakaran tersebut dilakukan akibat adanya upaya penertriban lahan Perueren yang saat ini digarap sebagai lahan perkebunan kopi oleh puluhan oknum masyakat.

Menurutnya, rumah jaga di Pereuren tersebut tahun lalu sekitar bulan Angustus 2019 juga sempat dibakar oleh orang tak dikenal. “Saat ini kembali terbakar dan diduga sengaja dibakar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong dan tidak ada yang menginap disana sehingga tidak diketahui kapan terbakarnya rumah jaga perueren tersebut.

“Bisanya ada para peternak yang berjaga secara bergantian namun saat kejadian dalam keadaan kosong,” katanya.

Syamsudin menjelaskan, saat ini sudah puluhan masyarakat menggarap lahan Peruen tersebut sebagai lahan perkebunan dan mendapatkan surat seporadik dari kepala Kampung Rusip Kecamatan Syiah Utama padahal, kawasan tersebut berada di wilayah Kecamatan Mesidah.

Pihaknya dari kecamatan juga mengaku sudah beberapa kali turun kelapangan untuk memediasi namun tidak berhasil sebab, diduga adanya mafia tanah yang melakukan pembagian tanah dan mengaku bertanggung jawab.

Samsudin menerangkan, sebahagian pengarap lahan di kawasan Perueren hanya sebagai perkerja dan sebagian bersal dari luar daerah Bener Meriah. ”Ada juga sebagian pengarap bagi dua tanah setelah diolah,” sebutnya.

Lebih lanjut katanya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah sejak tahun lalu sudah memperingatkan lahan di kawasana disana tidak digarap, namun tidak dihiraukan dan saat ini sebagian kopi yang ditanam sudah hampir berbuah.

“Kita sudah beberapa kali melakukan sosisialisasi dan mediasi namun tidak dihiraukan sehingga mungkin diperlukan upaya hukum agar masyarakat tidak lagi menggarap lahan perueren tersebut,” tegasnya.

Selanjutnya, untuk jumlah peternak yang saat ini aktif di lahan perueren tersebut mencapai 50 orang dengan jumlah hewan ternak sapi dan kerbau sebanyak 487 ekor.

Sementara itu Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Mesidah Ipda Taufik Kurniawan menyampaikan, baru menerima laporan sekira pukul 15.00 Wib sore kemarin. “ Hari ini kita bersama Koramil Bandar dan pihak Kecamatan Mesidah sudah turun kelapangan untuk meninjau lokasi,” kata Taufik.

Pihaknya menegaskan, belum dapat memastikan apakah rumah jaga tersebut di bakar atau terbakar. “Kita juga belum mengetahui motif kebakaran tersebut karena rumah penjagaan saat itu dalam keadaan kosong” ungkapnya.

Sementara itu, Nadli Kepala Peruweren atau yang disebut Pengulu Uwer menyampaikan tahun 2019 lalu ada tiga unit rumah penjagaan dikawasan tersebut yang terbakar dan hingga saat inui belum diketahui motif kebakaran tersebut.

“Kemarin juga rumah penjagaan dalam keadaan kosong, biasanya kami disini saling bergantian untuk menjaga ternak, kebetulan kemarin juga tidak ada orang, saya juga tidak tahu kenapa ini terbakar,” ungkapnya.

Disebutknya, rumah penjagaan tersebut dibangun oleh Dinas Peternakan Bener Meriah yang isinya hanya selimut-selimut milik anggotnya. (uri/min)