Ayah Kandung Bakar Wajah Anak Sendiri

PELAKU- Polres Aceh Utara berhasil menangkap ayah kandung membakar wajah anaknya dengan bara api. FOR RAKYAT ACEH

LHOKSUKON (RA) – Seorang ayah berinisial R (48) asal Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, tega membakar wajah anaknya sendiri yang mengalami tuna wicara. Kasus itu terungkap setelah nenek dan ibu korban melaporkan ke Polres Aceh Utara, pada 20 September 2020.

Berdasarkan laporan itu Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan dan penyidikan. Akhirnya tersangka sebagai ayah kandung korban, berhasil ditangkap pada 5 November 2020. “Korban masih berumur 4 tahun, dianiaya oleh ayah kandungnya dengan bara api yang terbakar dari sisa seikat daun kelapa kering. Kejadian tersebut terjadi pada 16 September 2020,”ucap Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Rustam Nawawi, Selasa(17/11).

Ia mengatakan, bukan itu saja hasil visum mengungkapkan bahwa korban juga sebelumnya disundutkan rokok oleh ayahnya. Penyidik dari unit PPA Sat Reskrim sudah mengusut kasus ini, pelaku telah ditangkap dan kini mendekam di Rutan Polres Aceh Utara.

“Saat kejadian itu korban punya adik perempuan umur sekitar 3 tahun, ketika si bapak membakar wajah sianak, dilihat oleh adiknya dan dilaporkan kepada ibunya yang berada diluar rumah,”ungkapnya. Menurut Catatan visum et repertum, akibat perlakuan ayahnya, Abay nama samaran mendapat sejumlah luka bakar dibagian wajah, leher dan badannya. Bahkan korban juga dilaporkan mendapat luka bakar akibat disundut rokok dibagian kakinya.

Sementara Kanit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara Bripka T Ariandi, menambahkan, dalam penyelidikan kasus pihaknya telah memanggil saksi ahli bahasa dari SLB Aneuk Nanggroe. Tujuannya, untuk menterjemahkan keterangan dari korban dan saksi dalam pemeriksaan mengingat kondisi korban dan ibu korban yang sama-sama bisu.

“Dalam pemeriksaan terhadap tersangka, pelaku mengakui telah melakukan perbuatan tersebut. Dengan alasan untuk mengusir nyamuk dan tidak sengaja mengenai tubuh anaknya itu,”kata Kanit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara Bripka T Ariandi, dalam relisnya kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Lanjut dia, atas kasus itu penyidik menjerat tersangka dengan pasal 80 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (arm/ra)