Pemain IMS Futsal dan Renusa berfoto bersama dalam laga silaturahmi, yang berlangsung di Bireuen, Minggu (15/11) Ichsan Maulana

BIREUEN (RA) – Geliat futsal di Kabupaten Bireuen terus berdenyut meski di tengah pandemi Covid-19. IMS Futsal, salah satu tim di kabupaten tersebut melakukan uji coba dalam tajuk silaturahmi. Lawan tanding yang dihadirkan adalah tim futsal asal Aceh Jaya, Renusa. Berlangsung Minggu sore (15/11).

Uji coba ini memiliki nilai lebih bagi kedua tim, terlebih untuk tuan rumah, IMS Futsal. Pasalnya, empat pemain IMS Futsal, Rajul, Mukhlis, Misbahul dan Muhammad Rezky terpilih masuk tim Pra Pekan Olahraga Rakyat Aceh (PORA) mewakili Bireuen. Karena itu, sang pelatih, Zulfikar, memandang uji coba itu menjadi ajang try out untuk anak didiknya, sebelum digembleng dalam TC tingkat kabupaten.

“Ini menjadi try out awal bagi pemain IMS Futsal yang terpilih masuk tim Pra PORA Bireuen. Di luar empat pemain tersebut, juga penting bagi pemain lain menambah jam terbang. Melihat sejauh mana progres mereka,” tutur Zulfikar kepada Rakyat Aceh, Senin (16/11).

Meski bertajuk ajang silaturahmi, namun uji tanding kedua tim dikemas serius. Tak tanggung-tanggung, pihak sponsor Capt The Barber mendatangkan Wasit Level I Nasional, Rudy Juli Saputra, untuk memimpin jalannya pertandingan. Baik IMS Futsal maupun Renusa tampil impresif. Serangan kedua tim diperagakan alot. Usai uji coba dilangsungkan, pelatih segera melakukan evaluasi terhadap penampilan anak asuhnya.

“Uji coba seperti ini tentunya sangat berharga bagi kami pemain. Apalagi ada dari kami yang alhamdulillah masuk Pra PORA Bireuen. Jadi, kami bisa lebih mengasah diri. Belajar dari lawan, serta nantinya membenahi diri, setelah dievaluasi sama pelatih,” jelas Kapten IMS Futsal, Rajul Qari Alfaqih.

Ini menjadi periode ke dua bagi IMS Futsal yang pemainnya masuk tim PORA Bireuen. Di edisi PORA sebelumnya, dimana Aceh Besar bertindak sebagai tuan rumah, pemain IMS Futsal, Jihatul Fazal juga menjadi bagian dari tim futsal Kabupaten Bireuen. IMS Futsal yang lahir 19 Juli 2017 sedikit banyak telah mewarnai dunia futsal di daerah yang terkenal dengan makanan khasnya, Nagasari.

IMS Futsal sejauh ini lebih dikenal sebagai tim spesialis runner-up, dari beberapa kejuaraan yang diikuti, tiga kali harus puas berada di posisi ke dua. Zulfikar, yang notabene sebagai juru latih, lebih memfokuskan aspek pembinaan bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan di futsal. Selain tim utama IMS, baru-baru ini mereka juga membuka ruang baru bagi siswa, tergabung dalam IMS School. (icm/rif)