Bupati Abdya Wacanakan Bangun PKS

Rakyat Aceh

BLANGPIDIE (RA) – Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH, mewacanakan membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang baru, di wilayah setempat.

Wacana itu diungkapkan Bupati Akmal Ibrahim, saat memberikan sambutan dalam paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2019 di aula DPRK Abdya, Senin (20/7).

Menurut Bupati Akmal, wacana pembangunan PKS baru di Abdya itu, diambil pihaknya dikarenakan bangunan PKS yang sudah dibangun di Desa Lhok Gayo, Kecamatan Babah Rot, merupakan aset Provinsi Aceh. Hingga saat ini katanya, pengalihan aset dari Provinsi ke daerah, belum ada kejelasan dan masih terkatung-katung.

“Padahal sudah begitu lama prosesnya. Namun belum juga ada kejelasan. Sehingga kita tidak bisa memanfaatkan bangunan dimaksud,” katanya.

Karena sudah lama terkatung-katung tanpa kejelasan, makanya Bupati Akmal Ibrahim berinisiatif untuk membangun PKS yang baru, agar Abdya segera memiliki PKS.

“Agar tidak berlarut-larut, prosesnya dibalik saja. Jika saat ini Pemkab Abdya meminta agar aset dialihkan, sekarang provinsi saja yang minta, biar segera saya alihakan,” tegasnya.

Menurut Bupati Akmal, rekomendasi pengalihan aset PKS yang sudah lama terbengkalai di Desa Lhok Gayo, dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), hingga saat ini tidak menuai titik terang.

“Bangunan PKS yang terbengkalai di Kecamatan Babah Rot adalah milik Provinsi Aceh, tanahnya milik Pemkab Abdya. Sudah lebih tiga tahun kita mengurus ke Provinsi untuk pengalihan aset bangunan, namun tidak ada titik terang juga,” sesalnya.

Bahkan lanjutnya, Dinas Pertanian Provinsi Aceh sudah membentuk tim, begitu juga Badan Keuangan Provinsi. “Kedua dinas ini setuju. Bahkan sudah merekomendasi Gubernur Aceh, untuk menghibahkan gedung PKS ke Abdya. Proses itu dua tahun lalu sudah clear,” urai Akmal.

Sesuai prosedur, Gubernur kemudian mengirim surat ke DPRA, minta rekomendasi. Namun hingga saat ini masih tertahan di DPRA. “Hampir dua tahun urusan ini juga tidak kelar-kelar,” sebut Bupati Akmal.

Untuk itu, selaku pimpinan daerah, pihaknya harus mencari jalan lain untuk masyarakat petani sawit di Abdya. Ia berjanji dalam waktu dekat, pabrik PKS akan terbangun di Abdya. Walau nanti pabrik terbangun bukan milik pemerintah, yang dapat menjamin harga sawit rakyat.

“Walau bukan pabrik pemerintah, paling tidak dengan adanya PKS sudah dapat meringankan beban para petani sawit. Insya Allah, tahun depan PKS baru akan mulai beroperasi di Abdya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bangunan PKS Abdya yang berada di Desa Lhok Gaayo, Kecamatan Babah Rot itu, dibangun pada tahun 2010 lalu, dengan menyerap anggaran sebesar Rp 30 milyar lebih, sumber Otsus 2010.

Selama ini, bangunan yang merupakan asset Provinsi Aceh itu diketahui terbengkalai, hingga bersemak dan menjadi tempat bersemayamnya binatang liar.

Pemkab Abdya tidak bisa menyelesaikan bangunan dimaksud sekalian pemanfaatannya, dikarenakan belum terjadi pengalihan aset dari provinsi ke daerah.

Paripurna hari itu, dihadiri Bupati Akmal Ibrahim SH, Kapolres AKPB Muhammad Nasution SIK, Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has ST MT, Kajari Nilawati SH MH, Ketua DPRK Nurdianto, Wakil Ketua Hendra Fadhli SH, para anggota DPRK, para Kepala Dinas, Badan, para Camat, serta undangan lainnya. (mat).