Rakyat Aceh

SIMEULUE (RA) – Pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata, merasa dirugikan dan protes kepada Satgas Covid – 19 dan Pemerintah Kabupaten Simeulue, setelah mengetahui ada Warga Negara Asing (WNA) yang lolos dan melenggang di wilayah Simeulue.

Merasa dirugikan dan melakukan protes dengan lolosnya WNA masuk Simeulue dan menilai tidak tegas dari pihak Satgas Covid19 dan Pemerintah setempat, dalam pembelakuan maklumat pelarangan WNA masuk ke wilayah Simeulue, yang berlaku sejak Februari 2020 lalu, untuk antisipasi penyebaran wabah virus Covid19.

Hal disampaikan Nanik salah seorang pelaku usaha resor Pariwisata dalam Negeri dan Luar Negeri, kepada Harian Rakyat Aceh, Rabu (18/11).

“kami dari pelaku usaha resor pariwisata sangat dirugikan dan protes kepada Satgas Covid – 19 dan Pemerintah Kabupaten Simeulue, sebab ada WNA yang datang langsung dari luar Negeri masuk ke Simeulue. Ini jelas-jelas melanggar maklumat yang diterbitkan oleh Satgas dan Pemerintah kita,” kata Nanik.

Dia menyebutkan, hasil penelusuran bersama sejumlah rekannya pelaku usaha sektor pariwisata itu, mendapatkan bukti visual dan menemukan ada WNA asing yang datang langsung dari luar negeri, dan lolos masuk Simeulue, sementara masih berlaku dan belum dicabut maklumat Covid -19 dan Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Diketahui WNA yang lolos dan melanggar maklumat itu, salah seorang WNA yang datang langsung dari Negara Prancis.

“Itu ada WNA yang datang langsung dari Prancis, kenapa bisa lolos masuk Simeulue dan itu tidak patuh maklumat?. Maaf ini harus diluruskan dan harus ada ketegasan, kita masih bisa terima kalau WNA nya melancong ke Bali lalu ke Simeulue, sedangkan WNA satu ini dia datang langsung dari negara asalnya ke Simeulue,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Ilan, yang juga berprofesi pelaku usaha resor pariwisata di Kabupaten Simeulue, juga menampaikan nada kecewa terhadap pihak Satgas Covid -19 dan Pemerintah Kabupaten Simeulue, yang mengaku telah berulang kali menyampaikannya kepada pihak Pemerintah setempat.

“Kami pelaku usaha resor sektor pariwisata, sangat kecewa tidak tegasnya pemberlakuan maklumat itu, dan meminta untuk segera dijernihkan persoalan ini, sehingga tidak ada tebang pilih, ada WNA yang datang langsung dari negara asalnya dan lolos masuk Simeulue, sementara daerah kita masih berlaku pelarangan pelancong yang datang langsung dari negara asalnya. Kami sangat patuh dan ikuti maklumat Covid19, tapi mereka kok bisa melanggar,” katanya.

Protes yang datang dari pelaku usaha sektor pariwisata itu, mendapat reaksi dari pihak Pemerintah setempat dan Satgas Covid19 Simeulue.

“kita akan segera bahas dan evaluasi bila ada WNA yang datang langsung dari negaranya ke Simeulue,” kata Bupati Erli Hasyim yang juga selaku Ketua Umum Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19, kepada Harian Rakyat Aceh, Rabu (18/11).

Sedangkan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue juga membenarkan, untuk persoalan maklumat dan kedatangan WNA itu, akan dibahas Jumat (20/11).

“Akan kita bahas pada hari jumat untuk persoalan itu,” kata Abdul Karim, Kadis Pariwisata Kabupaten Simeulue kepada Harian Rakyat Aceh. (ahi/rus).