Bupati Aceh Tamiang, H Mursil/IST

ACEH TAMIANG (RA) – Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, memastikan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2020, dengan sistem dalam jaringan (daring). Meski dalam suasana pandemi Covid-19, even MTQ daring akan berlangsung secara live, melalui Pesantren-Pesantren di lima kecamatan.

Menurutnya, kompetisi ini digagas oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Tamiang bekerjasama dengan Dinas Syariat Islam dan Dinas Kominfo dan Persandian setempat. Ini merupakan langkah inovasi dari pemuda KNPI Aceh Tamiang dan tentunya dalam pelaksanaan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Tim Satgas Covid-19.

“Saya mendukung kolaborasi yang digagas Dinas Syariat Islam, Diskominfo dan KNPI dalam pelaksanaan MTQ daring ini,” kataMursil kepada Rakyat Aceh di Karang Baru, Kamis (19/11).

Rencananya, MTQ daring akan dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu (23-25/11/2020) dengan melibatkan para santri di lingkungan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ada tiga kategori perlombaan, masing-masing Hifzil Quran 5 juz putra/putri, Tilawah Al Quran putra/putri dan Pidato Agama Putra, dilakukan secara live dengan aplikasi video converence (Vidcom),” jelasnya.

Dipaparkan, untuk tahap awal ada lima Pesantren yang ikut dalam kompetisi ini yaitu, Pesantren Sabilul Ulum Kecamatan Manyak Payed, Pesantren Misbahur Rasyad Al- Aziziyah Kecamatan Rantau, Pesantren Tahfizul Qur’an Al – Fuad Kecamatan Seruway, Pesantren As-Syuhada Kecamatan Karang Baru dan Pesantren Manarul Islam Kecamatan Kejuruan Muda.

Dihubungi terpisah, Ketua KNPI Aceh Tamiang, Arif Wildan membenarkan, tiga hari lagi akan diselenggarakan MTQ 2020 daring tingkat Tsanawiyah. Lomba MTQ melalui live video ini pun diklaim yang perdana di Aceh maupun Aceh Tamiang. Diutarakan, kegiatan religi yang mengusung tema “Mengukir Prestasi di Tengah Pandemi”.

“Perlombaan MTQ daring ini pertama kali digelar di Aceh Tamiang, dengan harapan dapat menjadi contoh Pesantren daerah lain. Ini masih tahap sampel MTQ hanya melibat lima Pesantren,” sebut Arif.

Ke depan, pihaknya mewacanakan lomba MTQ berkelanjutan untuk seluruh pesantren yangada di Aceh Tamiang. Dengan harapan, terciptanya semangat jiwa muda para santri/santriwati yang unggul. (mag-86/icm)