Persawahan disalah satu kecamatan di Aceh Utara, yang diabadikan beberapa waktu lalu.

LHOKSEUMAWE (RA) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe – Aceh Utara, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mewaspadai kelangkaan pupuk. Hal ini selaras dengan mulai dibajaknya sawah secara serantak di kabupaten memiliki 27 kecamatan itu.

“Masa tanam baru diprediksi akan meningkatkan kebutuhan pupuk bagi petani di Kabupaten Aceh Utara, yang diproyeksikan pada Minggu ke 4 bulan November hingga pertengahan Desember mendatang,” kata M Atar Ketua HMI Lhokseumawe-Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, Kamis (19/11).

“Untuk itu HMI berharap pemerintah mewaspadai kelakaan pupuk agar tidak terjadi hambatan bagi petani di Aceh Utara, “ pintanya.

Melihat kejadian musim tanam yang lalu, ungkap M Atar, bahwa terjadi kelangkaan pupuk di pasaran sehingga petani kualahan memperoleh pupuk untuk menyuburkan tanaman yang berimpliasi pada hasil panen petani.

“Saat ini sebagian besar wilayah Aceh Utara sudah mulai musim tanam baru yang seyogyanya membutuhkan pupuk baik itu pupuk urea, NPK maupun pupuk kompos,” tutur M Atar. Senada dengan itu, HMI berharap pemerintah sigap mewaspadai kelangkaan pupuk. Tak hanya itu, HMI juga berharap agar penimbunan kebutuhan petani itu harus ditindak tegas.

“Membentuk tim kusus untuk menjamin kesediaan pupuk bagi petani. HMI mengapresiasi langkah – langkah kongkrit yang telah dilakukan pemerintah saat ini. Hanya saja harus terus ditingkatkan agar kelangkaan pupuk tidak berimbas pada petani,” kata M Atar lagi.

Saat ini, tambahnya, HMI menerima berbagai aspirasi masyarakat agar tidak terjadinya kelangkaan pupuk seperti tahun yang lalu Bagi HMI ini harus direspon secera serius oleh pemerintah dikarenakan mata pencarian masyarakat Aceh Utara sebagian besar bersumber dari pertanian.

“Untuk itu pemerintah harus menjamin ketersediaan kebutuhan pupuk bagi petani dan dapat dengan mudah mengakses pupuk di pasaran,” pintanya. Dirincikan, kebutuhan akan pupuk untuk petani Aceh Utara mencapai 16 ribu ton. Mengingat lahan pertanian sawah mencapai 40 ribu hektar lebih, pungkas Ketua HMI Lhokseumawe- Aceh Utara, M Atar. (ung/arm)