Salah satu Desa di Kecamatan Rundeng yang terendam banjir akibat meluapnya sungai Souraya, Minggu (22/11). (kaya alim/rakyat aceh)

SUBULUSSALAM (RA) – Hujan yang setiap hari mengguyur Kota Subulussalam membuat meluapnya Sungai Souraya dan akibatnya belasan kampung yang berada di bantaran sungai terendam banjir.

Seperti terjadi di wilayah Kecamatan Rundeng dilaporkan enam Desa direndam banjir. Keenam Desa tersebut terdiri, Desa Oboh, Panglima Sahman, Sibungke, Mendilam, Lae Mate dan Tualang.

Hal itu disampaikan Camat Rundeng, Kota Subulussalam, Irwan Faisal saat dihubungi Rakyat Aceh, Minggu (22/11). “Ada 6 Desa di wilayah Kecamatan Rundeng yang mulai terendam banjir. Awalnya ketinggian air sekitar 1 meter dari permukaan air normal dan aktivitas warga masih seperti biasa “ kata Irwan Faisal.

Irwan Faisal mengatakan, ia bersama Muspika Rundeng terus melakukan pemantauan terkait kenaikan debit banjir di pemukiman warga. “Sejak kemarin banjir mulai naik ke pemukiman warga dan setelah kita pantau hari ini ada sedikit turun “ ujarnya.

Selain di Kecamatan Rundeng, beberapa Desa di Kecamatan Sultan Daulat juga dilaporkan mulai terendam banjir. Kenaikan debit air ke permukaan sejak tadi malam dan dikabarkan saat ini sudah mulai turun.

Camat Sultan Daulat, Rahmad Padly mengatakan hingga kini ada 3 Kampong yang terendam banjir yaitu, Kampong Jabi-jabi, Sigrun dan Suka Maju.

Selain pemukiman warga, ada 3 kampong lainnya yang juga terendam banjir sehingga mengakibatkan ratusan hektar sawah dan perkebunan terendam banjir.

Di Kampong Cipare-pare sawah warga juga digenang banjir ditambah di Kampong Lae Langge dan Lae Simolap yang tercapat ratusan hektar perekbunan jagung dan sawah terendam banjir.

“Kalau banjir terus turun, maka kebun jagung dan sawah tidak terancam. Tapi jika melihat cuaca saat ini terlihat terus mendung dan hujan dikwatirkan banjir akan bertambah dan bisa saja menjadi ancaman gagal panen bagi pekebun nantinya “ ujar Rahmad Padly. (lim/min)