Delapan Warga ‘Tenggelam’ di Krueng Parang Sikureng

EVAKUASI KORBAN - Tim Relawan bersama personel TNI mengevakuasi korban yang tenggelam di Krueng Parang Sikureung, Matangkuli, Aceh Utara, dalam kegiatan simulasi pada Jum’at kemarin. FOR RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Satuan Korem 011/Lilawangsa bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe memberikan pelatihan kepada relawan dalam penangulangan bencana alam. Relawan itu tergabung dalam Tim Penanggulangan Bencana Alam (Gubencal).

Kegiatan itu dimaksudkan sebagai langkah antisipasi dan meningkatkan pengetahuan penanggulangan bencana alam bidang perlindungan sosial. Peserta latihan penanggulangan bencana alam terdiri dari unsur SAR, BPBD, Jurnalis, Dinas Sosial, PMI, Mahasiswa Unimal, Pramuka Peduli, Rapi, dan organisasi lainnya yang ada di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe dirangkul untuk menjadi relawan kebencanaan.

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro melalui Kasi Ops Korem 011/LW Mayor Inf Andri Sagita Putra, usai penutupan latihan Gubencal, di Gampong Parang Sikureng, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Jum’at (20/11) kemarin, mengatakan, kegiatan penting dilaksanakan dalam menghadapi bencana alam.

“Khususnya di Wilayah Korem 011/Lilawangsa merupakan daerah rentan rawan bencana alam, baik bencana kebakaran merupakan bencana paling sering terjadi, diikuti banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, gempa bumi dan tanah longsor,” katanya.

Sebut dia, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam tahun 2020 di Indonesia, sudah terjadi 2059 bencana alam, dan Aceh satu dari lima provinsi yang rentan alami bencana. Seperti di Aceh Tengah dan Bener Meriah sering terjadi longsor, Aceh Utara dan Lhokseumawe kerap banjir, serta sejumlah daerah lainnya juga rawan terjadi kebakaran.

Dikatakannya, dipilihnya lokasi simulasi di Desa Parang Sikureng tersebut karena dari hasil pemetaan wilayah, terdapat beberapa desa di Kecamatan Matang Kuli yang kerap terjadi bencana alam banjir setiap tahunnya.

Menurutnya, kegiatan simulasi tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya kesiapsiagaan setiap unsur terkait dalam menanggulangi bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi. “Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan dan cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda di seluruh wilayah Indonesia khususnya Aceh,” ucap Kepala Oprasi Bencana Mayor Inf Andri Sagita Putra, dalam relisnya kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Adapun rangkaian simulasi latihan penanggulangan bencana alam mengumpamankan sebanyak delapan orang tenggelam di sungai Parang Sikureung Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. Saat itu, hujan lebat mengguyur kawasan sekitarnya, sehingga luapan deras arus sungai Krueng Keurto merendam sejumlah gampong dan menganyutkan korban warga setempat. (arm/ra)