Demo Warga Ketol Minta Perbaikan Jalan

Warga Kecamatan Ketol saat berorasi didepan gedung DPRK Aceh Tengah, selang beberapa menit kemudian dipersilakan masuk berdialog bersama anggota dewan daerah itu. (rakyat aceh/Jurnalisa)

TAKENGON (RA) – Warga Kecamatan Ketol sambangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah minta pembangunan jalan di daerah itu diutamakan pemerintah setempat, Selasa (24/11).

Agusdianto salah seorang koordinator aksi dalam orasinya mengaku, Kecamatan Ketol Aceh Tengah merupakan salah satu Kecamatan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi di daerah, komoditas unggulan disana adalah tanaman tebu.

“Jangan dianaktirikan pembangunan di kecamatan kami. Apakah kami harus pindah ke Bener Meriah,” kata Agus di depan sejumlah anggota DPRK yang hadir.

Begitupun pernyataan Safriza Gunawan warga lainnya, akses jalan di Kecamatan ketol sangat buruk Pemkab diminta segera turun tangan.

“Akibat jalan buruk ada 3 ibu dilarikan ke runah sakit, karena infrastruktur jalan yang tidak mendukung, bahkan ada yang melahirkan dijalan tak sempat dibawa ke rumah sakit, dimana keadilan,” kata Safriza.

Ada di beberapa desa jalan yang memprihatinkan, Ketol, Blang Mancung, Buter, Selun, jalan didesa ini butuh segera diperbaiki oleh Pemkab.

“Selama ini mungkin dianggal Kecamatan Ketol seperti Cacing dibawah tanah, perlu diingat, hari ini Cacing itu telah menjadi Naga,” katanya.

Mereka masyarakat Ketol meminta delapan Anggota DPRK dari dapil III Aceh Tengah hadir dilokasi aksi, meminta pertanggungjawaban menyangkut aspirasi dewan. Ada delapan nama, diantaranya, M Syahrul, Samsuddin, Mukhlis, Susilawati, Fauzan, Tarmina, Ismail dan Nurhidayah PAW almarhum Gimin.

Kedelapan nama ini diabsen oleh peserta aksi, yang terlihat hanya sejumlah Anggota DPRK yang hadir, Samsuddin, Susilawati, M Syahrul, Tarmina, Fauzan, Januar Efendi, Edi Kurniawan, Salman, Joharsyah, Ikhwan, Muzakir dan Khairul Ahadian serta Sekwan Windi Darsa. (jur/min)